Data Anak Terdaftar di Dapodik Tanpa Izin Diduga Libatkan Oknum Posyandu
Sejumlah orang tua menemukan nama anak mereka sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tanpa pernah mendaftarkan ke sekolah manapun, diduga melibatkan oknum Posyandu dalam proses pendaftaran tanpa izin.
Kasus ini menyebabkan berbagai kendala seperti penolakan pendaftaran hingga sulit mendapatkan ijazah, menurut laporan dari Detikcom.
Salah satu orang tua, R, mengungkapkan anaknya tak bisa mendaftar di sekolah karena sudah terdaftar di kelompok bermain yang diduga didaftarkan oleh kader Posyandu yang juga guru di kelompok bermain tersebut.
"Padahal saya blm pernah daftarin anak saya ke sekolah manapun pas ditelusuri ternyata anak saya didaftarin ke kober yang deket rumah saya sama kader posyandu, karna kader nya merangkap jadi guru di kober tersebut," ujar R.
R menyampaikan bahwa anak keduanya yang berusia 3,5 tahun juga ikut didaftarkan tanpa sepengetahuannya.
"Untung nya ketahuan, terus suami saya minta buat dikeluarin dari data di kober tersebut, dan ternyata semua yang ikut posyandu disana didaftrarin ke kober itu termasuk anak ke 2 saya yg usianya 3.5thn jga di daftarin, parah bangetttt," tambah R.
Keluhan serupa datang dari orang tua S yang menyatakan anaknya didaftarkan di PAUD tanpa izin oleh oknum Posyandu saat pandemi COVID-19.
"aku pernah ni ngalamin gini.. wkt dftarin anakku pas TK, sekolahnya kasi info kl anakku udh punya NIS dan udh kedaftar di sekolah paud dkt rumah..stlh aku telusuri trnyt pihak posyandu yg diem2 dafarin anakku di paud tsb pdhl itu wkt covid anakku blm sklh..," ujar S.
R juga menyatakan anaknya tercatat sudah lulus TK di Dapodik meski belum pernah bersekolah di tempat tersebut, sehingga saat mendaftar di TK lain anaknya tidak mendapatkan ijazah.
"Seperti yang dialami anak saya,,tahun kemarin baru saya daftarkan ke tk tapi ternyata dia udah terdaftar disekolah lain bahkan dinyatakan lulus padahal saya baru mendaftar," ujar R.
R menambahkan, "alhasil disini saya yang dirugikan krna ketika lulus anak saya tidak dapat ijazah dari sekolah yang skrg krna keterangan lulus ditempat lain,kami datangi tk bersangkutan mereka hanya berkata kesalahan team operator rumit repot dan mereka lepas tangan padahal saya belom pernah mendaftar kan anak."
Orang tua R menduga pencurian data anaknya dari Kartu Keluarga (KK) dan KTP oleh oknum TK, karena data tersebut didapat dari sekolah tempat anak sulungnya bersekolah sebelumnya.
"wah sama dong,anak yg kedua aku gitu juga,pas mau daftar ke tk dibilang anak bapak sudah terdaftar di tk lain,ternyata yg daftarin tk dekat rumah dengan nyuri data lewat kartu keluarga yg dulu sebelumnya kakaknya pernah sekolah disana dan adiknya malah dimasukan datanya tanpa sepengatahuan saya... sekolah tu otaknya cuma duit," ujar R.
R menambahkan, "anakku dulu gitu loh pas masuk tk mau di daftarin sama tk nya ternyata sudah terdaftar namanya di tk lain padhal aku gak pernah sekolah di tk itu dn pas aku tanya ke tk itu jawabannya karna anakku pernah ikut lomba di sekolah itu jadi di daftarin padahal anakku gak pernah juga ikut lomba di sekolah itu."
"cuma dulu pernah di minta kk dan KTP saat pembukaan sekolah tk itu sama rt setempat katanya untuk pendataan anak,bodohnya aku malah di kasih kirain bener untuk pendataan anak ternyata malah di daftarkan di dapodik," tambah R.
Orang tua S menyatakan mengalami kesulitan mengubah data anak yang sudah terdaftar di TK tanpa izin dan harus mengurus pencabutan berkas di sekolah lama yang penuh alasan dan drama.
"anakku dl jg gitu, terdaftar disatu TK, padahal blm daftar, cm istri saya pernah main ke tk tersebut karena kawannya ngajar di tk itu, eee pas anakku sekolah ditk lain katanya hrs cabut berkas dl disekolah lama, kami hub lah tk dmn anak terdaftar dapodiknya eeh sekolahnya banyak dramanya alasan ini itu yg tidak perlu," ujar S.
Orang tua U juga pernah mengalami anaknya terdata di sekolah berbeda dengan tempat anak mengikuti pendidikan sehingga harus mengurus perubahan data.
"aku juga pernah anak aku sekolah dmna dapodik nya terdaftar di sekolah mana?sampe bolak balik buat cabut data.bukan kah itu termasuk pencurian data yah," ujar U.
Orang tua A juga mengaku kesulitan memperbaiki data anak di Dapodik karena penolakan dari pihak sekolah lama.
"iya anakku juga gtu, jauh banget lagi terdaftar sekolahnya.. ihh agak sedikit kesel kenapa tbtb data anakku terdaftar sekolah di tk lain, pas di datengin sekolahnya bilang kepala sekolahnya pergilah, inilah itulah, operator sekolahnya juga lagi liburlah.. pas kami marah minta dikeluarin barulah dikeluarin itu nmr dapodik dari sekolah yang gak tau itu kami gak pernah sekolah di tk itu. karna baru tahun kmrin masuk tk dan skg udah SD sih anaknya.. itu kenapa ya kok bisa gitu," ujar A.
Orang tua M menyatakan sekolah lama anaknya menolak mengeluarkan data dari Dapodik sehingga anaknya berstatus murid titipan di sekolah baru.
"kejadian itu pernah terjadi sama anak saya,, saya belum pernah mendaftarkan anak saya ke sekolah manapun pada saat itu tp setelah saya daftarkan anak ke TK kata kepala sekolahnya data anak sudah terdaftar di sekolah lain dan saya konfirmasi ke sekolah tersebut karena kebetulan dekat rumah, eh ternyata benar sudah di daftrakan sm sekolah tersebut," ujar M.
"saya marah dan minta di keluarkan data dr sekolah tersebut tp pihak sekolah tidak mau mengeluarkannya pada akhirnya anak saya statusnya jd murid titipan di sekolah baru nya," tambah M.
Orang tua D juga menyebut PAUD tempat anaknya terdata menolak memperbaiki data dan harus mengurus ke kementerian terkait.
"anak saya juga posyandu di kampung suami di daftarin sekola PAUD yg di kampung sama kader,, saya ga tau apa" , setahun kemudian pas udh sekola PAUD di kota sini kepala sekolah nya bilang bahwa anak saya sudah masuk PAUD di kampung.. saya klarifikasi bahwa ini sekolah PAUD yang pertama, belom pernah sekola dimana pun.. trs tlp lah orang yg dikampung minta di keluarkan data ank saya PAUD M**** ga bisa tuh akhirnya kepala sekolah paud yg di sini ke mendikbud," ujar D.
Seorang pemilik akun N menyatakan siswa di sekolahnya terdata di kabupaten dan pulau berbeda tanpa pendaftaran oleh orang tua.
"kasus ygg sama , td saya mau input data 2 orang peserta didik baru ,tetapi setelah di isi dan klik simpan terdata peserta didik saya sudah menjadi siswa di sekolah lain dan. sudah ada NISN nya ,lansung saya komfirmasi dg orang tua ,,dan orang tidak pernah mendaftarkan anak nya di sekolah mana pun,apalagi sekolah yg bersangkutann ternyata berada di kabupaten dan pulau yang berbeda," ujar N.
Keluhan serupa datang dari Y yang keluarganya terdata di daerah lain di Dapodik.
"...ponakan saya sudah keluar sekolah.. pas mau ikut Paket.. ternyata terdaftar di dapodik di Sekolahan d G*******.. padahal tak pernah ke G****...aneh," ujar Y.
Pemilik akun M mengungkap keponakannya terdaftar di sekolah di kabupaten asal meski jarang pulang kampung.
"kya ponakan ku, mau daftar sekolah swasta di Jakarta pas di cek namanya udh ada di sekolah yg di kampung (L***********) pdhl ga pernah daftar,itupun pulang kampung setahun kadang 2 tahun sekali. akhirnya minta di hapus," ujar M.
Operator Dapodik TK, Y, menyatakan kesulitan memasukkan data siswa karena beberapa NIK anak sudah terdaftar, tetapi orang tua menyatakan belum pernah mendaftar sekolah lain.
"Saya sebagai Ops dapodik TK sampe kebingungan mau masukkan siswa k dapodik krna ada beberapa NIK anak yg sdah terdaftar sekolah, sedangkan Ortunya merasa sebelumnya belum pernah mendaftarkan anaknya sekolah," ujar Y.
Seorang pemilik akun P menyebut ada siswa yang terdata di Dapodik sekolah lain meski belum resmi masuk.
"dlu jg punya murid, katanya sebelumnya mau daftar tp gk jd. ternyata sm sekolah tsb dimasukkan ke data dapodik dia, trs ditelfon sm kepsekku~," ujar P.
S selaku guru juga mengungkap siswa di sekolahnya terdata sebagai siswa sekolah lain di Dapodik.
"satu siswa saya tdk dpt dtarik dapodik,keteranganya sdh terdaftar d skolh lain . pdhal ortu ny hny mndaftarkn dskol kami," ujar S.
U sebagai pihak sekolah menyatakan kesulitan menginput data siswa yang statusnya sudah terdaftar di sekolah lain.
"siswa saya ad 4 org yg membal saya daftarkan ke dapodik karna sttus sianak sudah trdaftar disekolah lain. pusing saya nyari2 no kepseknya gak tau. nambah kerjaan saya aja," ujar U.
Kasus ini dilansir dari Detikcom dan menjadi perhatian terkait potensi pencurian data dan penyalahgunaan data anak di sistem pendidikan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow