DEWA Ajukan Kelonggaran Kredit Sindikasi ke BBCA dan BMRI
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengajukan permohonan kelonggaran (waiver) atas pelanggaran covenants kredit sindikasi kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjelang penutupan buku Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Persetujuan waiver baru diberikan oleh BBCA dan BMRI pada 30 Juli 2026, sekitar satu bulan setelah pengajuan pada 22 Juni 2026. Melalui surat resmi, BBCA menyatakan pelanggaran DEWA terhadap rasio lancar modifikasian tidak akan dianggap sebagai wanprestasi berdasarkan perjanjian pinjaman.
Fasilitas kredit sindikasi yang diajukan DEWA memiliki total komitmen sekitar Rp5 triliun dan diikat sejak 30 Desember 2025, dengan BBCA sebagai facility agent dan BMRI sebagai security agent, serta keduanya berperan sebagai joint mandated lead arranger, underwriter, dan bookrunner.
Kredit sindikasi ini terbagi menjadi tiga fasilitas, yaitu fasilitas A sebesar Rp2,14 triliun, fasilitas B sebesar Rp1,24 triliun, dan kredit modal kerja sekitar Rp1,61 triliun yang akan digunakan untuk modal kerja, pembiayaan kembali, dan pembelian peralatan pertambangan. Manajemen DEWA harus menjaga beberapa rasio keuangan dalam perjanjian kredit, termasuk rasio lancar modifikasian minimal 1 kali, rasio EBITDA terhadap beban bunga dan kewajiban jangka pendek minimal 1,25 kali, serta rasio total hutang terhadap ekuitas maksimal 3 kali.
Namun, DEWA melanggar rasio lancar modifikasian akibat kenaikan utang jatuh tempo dalam jangka pendek yang melonjak menjadi Rp2,16 triliun per Juni 2026, naik 2,6 kali lipat dari saldo akhir Desember 2025 sebesar Rp835 miliar. Laporan keuangan menunjukkan current ratio DEWA pada 30 Juni 2026 sebesar 0,71 kali, dengan aset lancar Rp3,15 triliun dan liabilitas lancar Rp4,44 triliun.
Kondisi kas DEWA juga menurun signifikan dari Rp1,59 triliun awal tahun menjadi Rp644 miliar akibat pelunasan pinjaman lama Rp3,88 triliun, pembelian kembali saham Rp791,4 miliar, dan pengeluaran modal sekitar Rp1,1 triliun. Kendati menghadapi likuiditas ketat, DEWA mencatatkan laba bersih Rp354,28 miliar pada paruh pertama 2026, naik 89% dari Rp187,44 miliar periode sama tahun lalu. Laba tersebut didukung pendapatan Rp3,2 triliun dengan beban pokok pendapatan turun menjadi Rp2,59 triliun, sehingga laba bruto meningkat 23,45% menjadi Rp612,16 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow