Pertamina Patra Niaga Dorong Pengolahan Hasil Laut di Kampung Tua Terih Batam
Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Batam, untuk mengoptimalkan pengolahan hasil laut menjadi produk pangan dan usaha guna menambah penghasilan keluarga, melalui program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut.
Pada Rabu (5/8), Pertamina Patra Niaga menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari. Kampung binaan ini memiliki potensi besar dalam mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi, menurut dilansir dari Detik Finance.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, menyatakan,
"Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas," ujar Sabar.
Program ini melibatkan empat kelompok yang mengembangkan budidaya ikan dan sayuran, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan. Pendapatan nelayan dan UMKM perempuan meningkat dari Rp 27,56 juta menjadi Rp 68,45 juta per anggota, atau sekitar 40%, menurut data program.
Ketua Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, Dian, mengungkapkan,
"Dulu kami hanya UMKM kecil. Setelah mendapat pendampingan, kami dibekali pengetahuan tentang produksi yang higienis, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran digital. Dari awalnya hanya satu atau dua produk, sekarang kami memiliki enam produk unggulan. Pendapatan anggota kelompok juga bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," kata Dian.
Kelompoknya mengolah enam produk unggulan seperti keripik kulit ikan tenggiri, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, dan penyedap rasa dari tulang ikan hingga kepala udang. Produk ini sudah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Terihindo Jaya Lestari, Seno, juga menilai pembinaan Pertamina Patra Niaga membantu pengembangan budidaya ikan dengan inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita) yang mempercepat masa pemeliharaan ikan dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari.
"Dengan adanya pembinaan, kami dapat membudidayakan ikan hingga ratusan bahkan ribuan ekor. Saat panen, pembeli datang langsung ke kampung dan ikut membeli hasil tangkapan masyarakat lainnya. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan kelompok, tetapi juga warga Kampung Teri. Kami berharap Pertamina Patra Niaga terus membimbing para nelayan agar kampung ini semakin berkembang," ujar Seno.
Selain itu, program ini telah mengelola 35,24 ton sampah per tahun, mengurangi emisi sekitar 113,5 ton CO2-ekivalen per tahun, dan merehabilitasi kawasan pesisir dengan menanam 1.000 bibit mangrove.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan,
"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang berangkat dari potensi lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan. Kami harap pendampingan yang dilakukan dapat menciptakan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat," kata Kitty.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow