Pemerintah Luncurkan Dokter Terbang dan Ambulans Udara untuk Daerah Terpencil
Pemerintah Indonesia meluncurkan terobosan layanan kesehatan berupa dokter terbang dan ambulans udara untuk menjangkau daerah terpencil. Gagasan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu (15/8/2026), sebagai solusi kekurangan dokter di wilayah luas dan terpencil.
Dilansir dari Detikcom, Prasetyo menjelaskan bahwa kekurangan dokter, terutama dokter spesialis dan dokter gigi, menjadi masalah besar. Dari 10.000 puskesmas, hanya sekitar 40 persen yang memiliki dokter gigi. Kondisi ini mendorong pemerintah mencari cara inovatif sambil meningkatkan jumlah dokter baru sesuai kebutuhan.
Menurut Prasetyo, proses pendidikan dokter membutuhkan waktu enam hingga tujuh tahun sehingga perlu terobosan. Konsep dokter terbang mirip dengan dokter keliling, yang dihadirkan untuk mempercepat dan memperluas pelayanan kesehatan ke daerah terjauh dan terisolasi di Indonesia.
"Konsepnya sebenarnya mirip dengan yang dokter keliling atau mobile dentist car tadi. Kita ingin memperbaiki puskesmas dan RSUD untuk memperpendek jarak dan waktu pelayanan kesehatan," ujar Prasetyo.
Dari gagasan itu juga muncul ide ambulans udara berbasis helikopter untuk reaksi cepat layanan kesehatan khusus di daerah terpencil. Prasetyo menyebut ambulans udara ini sudah diterapkan di beberapa negara untuk mempercepat penanganan medis.
"Ambulans udara berbasis helikopter digunakan untuk penanganan lebih cepat di daerah terpencil. Tidak semua desa memiliki moda transportasi udara tapi ini solusi untuk lokasi sulit dijangkau," kata Prasetyo.
Meski belum ada kepastian waktu realisasi, pemerintah memastikan terus memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan dokter. Penambahan kuota mahasiswa kedokteran dan percepatan proses pendidikan sudah dilakukan di beberapa fakultas kedokteran.
"Semua sedang dikerjakan, termasuk mempercepat proses pendidikan dokter dan menambah kuota penerimaan calon dokter," ujar Prasetyo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana ambulans udara menggunakan helikopter dan pesawat kecil untuk evakuasi pasien di wilayah sulit dijangkau kendaraan darat. Hal ini disampaikan dalam penyampaian APBN 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Negara harus hadir sedekat mungkin dengan rakyat, untuk itu kita buat ambulans udara yang bisa mendarat di lapangan rumput, pasir, atau sungai supaya semua rakyat bisa dievakuasi saat sakit," kata Prabowo.
Presiden juga mendapat laporan tentang ibu yang meninggal saat melahirkan karena harus menempuh perjalanan berjam-jam ke fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah mencari cara agar jarak dan kondisi geografis tidak menghambat pertolongan medis.
"Kita harus cari terobosan, salah satunya ambulans udara dan tim dokter terbang," ujar Prabowo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow