Gajah Mada Tetapkan Sumpah Palapa Menyatukan Nusantara Tahun 1336

Smallest Font
Largest Font

Patih Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa pada tahun 1258 Saka atau 1336 Masehi di Kerajaan Majapahit sebagai janji menaklukkan wilayah Nusantara. Pernyataan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penyatuan wilayah Nusantara pada masa itu.

Sumpah Palapa diucapkan saat Gajah Mada diangkat sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit. Isi sumpah ini termuat dalam Kitab Pararaton yang beraksara Bali dan menyebutkan penaklukan sejumlah wilayah strategis seperti Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik.

Menurut catatan sejarah, sumpah ini menandai tekad Gajah Mada untuk tidak menikmati kesenangan duniawi sebelum berhasil menyatukan pulau-pulau di Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Janji ini menjadi motivasi utama bagi ekspansi politik dan militer Majapahit selama masa pemerintahannya.

Sumpah Palapa berisi pernyataan Gajah Mada yang menegaskan bahwa ia tidak akan menikmati palapa, yang diartikan sebagai kenikmatan duniawi, sebelum berhasil menaklukkan berbagai wilayah Nusantara. Wilayah yang disebut dalam sumpah mencakup daerah penting dengan nilai strategis dan ekonomi yang tinggi pada masa itu.

Wilayah yang disebutkan dalam sumpah antara lain:

  • Gurun
  • Seran
  • Tanjungpura
  • Haru
  • Pahang
  • Dompo
  • Bali
  • Sunda
  • Palembang
  • Tumasik

Penaklukan wilayah ini bukan hanya soal politik, tapi juga simbol penyatuan budaya dan ekonomi yang memperkuat kekuasaan Majapahit di Nusantara.

Sejarah dan Konteks Pengucapan

Sumpah ini diucapkan pada 1336 Masehi, bertepatan dengan pengangkatan Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi. Kitab Pararaton yang menjadi sumber utama mencatat sumpah ini sebagai janji strategis yang memotivasi ekspansi Majapahit selama puluhan tahun.

Menurut laporan Kompas, sumpah ini menjadi titik awal terbentuknya konsep Nusantara sebagai wilayah yang bersatu secara politik dan budaya, meskipun terdiri dari berbagai kerajaan dan suku bangsa.

Keberhasilan Gajah Mada dalam merealisasikan sumpah Palapa menjadikan Majapahit sebagai salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-14.

Signifikansi Sumpah Palapa dalam Sejarah Indonesia

Sumpah Palapa dianggap penting karena menjadi simbol persatuan dan tekad politik yang kuat. Sumpah ini tidak hanya mencerminkan ambisi Gajah Mada, tetapi juga cita-cita besar Majapahit untuk menyatukan Nusantara dalam satu kekuasaan.

Menurut pakar sejarah dari Gramedia, sumpah ini juga menjadi inspirasi dalam pembentukan identitas nasional Indonesia modern, terutama dalam semangat menjaga persatuan dan kesatuan wilayah yang luas dan beragam.

"Sumpah Palapa menunjukkan betapa pentingnya tekad dan komitmen dalam menyatukan Nusantara yang beragam secara budaya dan geografis," ujar sejarawan dari Gramedia.
INILAH SUMPAH MAHAPATIH GAJAH MADA YANG JADI KENYATAAN..!!! | NAPAK TILAS PERJALANAN

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed