Gelombang Panas Ekstrem Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi di Korea Selatan

Smallest Font
Largest Font

Gelombang panas ekstrem melanda Korea Selatan dengan suhu tertinggi mencapai 42,5°C di Kota Yangsan, wilayah tenggara, pada Minggu siang, memecahkan rekor sejak pengamatan cuaca modern dimulai pada 1904, dilansir dari Detik Travel.

Badan Meteorologi Korea (KMA) menetapkan status peringatan darurat gelombang panas di lebih dari 20 wilayah. KMA memperingatkan bahwa berada di ruangan tanpa pendingin udara sangat berbahaya.

"Segeralah berpindah ke tempat yang sejuk, seperti pusat pendinginan resmi atau area teduh, serta pastikan tubuh tetap terhidrasi," imbau KMA dalam rilis resmi.

Di ibu kota Seoul, masyarakat mencari tempat sejuk di perkotaan tanpa harus bepergian jauh. Pemerintah Kota Seoul dan Organisasi Pariwisata Seoul menggelar festival 2026 Seoul Summer Beach hingga 9 Agustus di Alun-Alun Gwanghwamun yang disulap menjadi wahana air gratis berkonsep resor pantai.

Sungai Cheonggyecheon juga dipadati pengunjung dalam gelaran 2026 Cheonggye Stream Splish Splash, dengan fasilitas kursi santai dan penyewaan sepatu air gratis untuk merendam kaki di air dingin sungai.

Warga yang menghindari panas juga memilih pusat perbelanjaan seperti The Hyundai Seoul di Yeouido sebagai tempat staycation dalam ruangan ber-AC, dengan dekorasi pantai, galeri seni, dan pop-up store tematik untuk menarik pengunjung.

"Udaranya terlalu panas untuk melakukan aktivitas apa pun di luar ruangan. Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain berdiam diri di tempat-tempat ber-AC seperti rumah, mal, dan kafe," ujar Ju Dong-yeol, pekerja kantor di Seoul.

Bagi yang berada di luar pusat kota, Gua Gwangmyeong di Provinsi Gyeonggi menjadi pilihan untuk mendinginkan diri dengan suhu konstan 12°C di dalam lorongnya.

Dampak cuaca panas juga menyebabkan Liga Bisbol Profesional Korea (KBO) membatalkan dua hari pertandingan berturut-turut di Kota Changwon setelah suhu mencapai 39,5°C.

Ilmuwan memperingatkan bahwa frekuensi dan intensitas gelombang panas di Asia Timur meningkat akibat perubahan iklim global, yang diperparah oleh fenomena iklim alamiah El Nino tahun ini.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow