BPI Danantara Ajukan Minat Saham Bursa Efek Indonesia
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara mengajukan minat untuk membeli porsi saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam proses demutualisasi yang sedang disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dilansir dari Detik Finance.
Aturan demutualisasi mengizinkan tiga lembaga negara menjadi pemegang saham BEI, yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan BPI Danantara. Saat ini, Peraturan OJK (POJK) terkait demutualisasi ditargetkan rampung pada September 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Kemenkeu belum mengajukan pembahasan pembelian saham BEI, namun BPI Danantara sudah mengajukan minat tersebut.
"Kami belum mengajukan pembahasan untuk beli saham, tapi kalau saya nggak salah Danantara sudah mengajukan untuk membeli saham Bursa," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa minatnya menjadi pemegang saham BEI didasari pada tujuan meningkatkan tata kelola bursa agar lebih transparan dan akuntabel.
"Tentunya kita berminat ya di demutualisasi yang dilakukan oleh OJK, oleh bursa ini, karena ini juga memang salah satu yang memang perlu dilakukan oleh OJK dan ini juga salah satu masukan juga kan bagaimana agar bursa kita ini lebih baik, baik dari segi tata kelola, baik dari segi transparansi, akuntabilitas," ujar Rosan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Rosan juga menjelaskan bahwa keterlibatan Sovereign Wealth Fund pada bursa efek merupakan hal lumrah di berbagai negara dan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa kebijakan demutualisasi mengacu pada contoh sukses bursa dunia seperti Hong Kong Stock Exchange.
"Yang kita anggap sukses misalnya dari Hong Kong, kita sudah bicara. Kemarin kita ketemu dengan manajemen, CEO, dan tim manajemen Hongkong Stock Exchange, salah satu topiknya kita ingin menjadikan experience mereka sebagai benchmark," ujar Hasan Fawzi di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/6).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow