Guru Muda Rekam Siswa SD Bergelantungan di Kelas Kayu Papan Enrekang

Smallest Font
Largest Font

Seorang guru muda di SDN 188 Nating, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, merekam video siswa sekolah dasar yang bergelantungan di rangka atap kelas berbahan kayu papan sebagai bentuk ekspresi keaktifan mereka, dilansir dari Detikcom.

Video yang diunggah Afrizal Adi Prayoga, guru lulusan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS), ini telah ditonton lebih dari 17 juta kali di Instagram. Afri, sapaan guru tersebut, mengungkapkan bahwa siswa sangat aktif dan menyalurkan energi mereka di area tersebut saat ia meninggalkan kelas sementara waktu.

Afri juga menegaskan sebelum merekam, ia mengimbau anak-anak untuk berhati-hati, dan setelahnya mereka turun dengan lincah. Selama tiga bulan mengajar di daerah dataran tinggi yang bersuhu dingin, ia mengamati bahwa siswa unggul dalam kemampuan kinestetik dan aktivitas fisik menjadi penting.

"Memang harus gerak terus, apalagi kami berada di daerah dingin ya. Suhu di sini kalau pagi 11°C, jadi mungkin aktivitas gerak lebih diperlukan," ujar Afri. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat dewasa di sana gemar berolahraga seperti voli dan sepak takraw.

Afri menjelaskan kondisi sekolah yang masih menggunakan bangunan kayu papan, dengan tiga kelas dan satu perpustakaan berbahan kayu, serta tiga kelas permanen yang baru-baru ini mendapatkan revitalisasi. Akses menuju sekolah juga masih terbatas dan sulit terutama saat musim penghujan.

"Menurut saya, itu perjuangan yang sangat berarti untuk mereka berangkat sekolah setiap hari," kata Afri mengacu pada anak-anak yang harus berjalan kaki selama 30-40 menit dari Dusun Katabi, sebuah daerah paling ujung untuk pendakian Gunung Latimojong.

Selain siswa, beberapa guru juga tinggal jauh dari sekolah dan harus menempuh jalanan tanah menanjak yang sulit dijangkau.

Dalam program Pijar dari CT Arsa Foundation, Afri mengabdi selama satu tahun sebagai Guru Muda di daerah pelosok yang juga menjangkau 27 titik lain di Indonesia. Ia mengaku program ini bukan hanya mengajar, tetapi juga memberi pelajaran berharga untuk dirinya.

"Aku juga mau ngucapin banyak terima kasih kepada program Pijar ini yang membuat saya banyak belajar di sini," ujar Afri. Ia menambahkan bahwa program ini membantu memutus mata rantai kemiskinan dan menjadi harapan bagi pendidikan di daerah terpencil.

"Saya bangga menjadi salah satu anak muda yang ikut berkontribusi untuk menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik," pungkasnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed