IBC Dorong Insentif Kendaraan Listrik Berbasis Nikel untuk Ekosistem Industri

Smallest Font
Largest Font

PT Industri Baterai Indonesia (IBC) menilai pemberian insentif untuk kendaraan listrik (EV) berbasis nikel akan memicu efek positif bagi ekosistem industri nasional, dilansir dari Bloombergtechnoz. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyatakan bahwa regulasi yang mendukung baterai nickel manganese cobalt (NMC) akan menstimulasi pasar EV berbasis nikel secara langsung. "Kebijakan yang berpihak pada EV dengan baterai NMC sangat berpotensi meningkatkan permintaan EV dengan baterai NMC," ujar Aditya pada Sabtu (15/8/2026).

Lonjakan permintaan ini juga akan mendorong kebutuhan bahan baku dalam negeri seperti precursor cathode active material (pCAM) dan cathode active material (CAM).

"Sebagai efek rantai, peningkatan permintaan NMC-based EV akan meningkatkan permintaan material [pCAM/CAM] NMC domestik, sehingga akan mempermudah pemenuhan rantai nilai baterai berbasis nikel di Indonesia," tambahnya. Aditya membandingkan kebijakan ini dengan strategi yang diterapkan China, yang berhasil membangun rantai industri baterai lithium ferro phosphate (LFP) hingga tercapai skala ekonomi lewat insentif tepat sasaran.

"Sedikit tambahan catatan dari saya, hal yang sama juga diterapkan di China dalam rangka penguatan rantai industri baterai LFP hingga tercapai economies of scale," kata Aditya. IBC menegaskan insentif hanyalah stimulus awal dan harus diiringi riset dan penguatan teknologi agar daya saing industri baterai dalam negeri bertahan lama.

"[Hal] yang perlu diperhatikan adalah pemberian insentif merupakan stimulus, sehingga penerapan insentif juga perlu diiringi dengan inovasi yang masif untuk membuat produk lebih kompetitif dan future-ready," ujarnya. IBC tengah mempersiapkan proyek PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) dengan fokus pada pengembangan ekosistem EV terintegrasi dari hulu ke hilir. Persiapan tersebut meliputi pembangunan fasilitas manufaktur baterai berteknologi tinggi, peningkatan kapasitas bahan baku seperti nikel dan prekursor, serta penyelarasan standar teknologi baterai sesuai standar global.

"IBC juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dan kemitraan dengan para pemain utama industri otomotif serta energi untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya dan fasilitas daur ulang baterai," kata Aditya.

IBC menargetkan produksi baterai sebesar 10 sampai 15 gigawatt hour (GWh) per tahun pada tahap awal, yang akan ditingkatkan hingga 30 GWh per tahun sesuai permintaan pasar domestik dan global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendorong program Motor Listrik Nasional menggunakan baterai nikel dari IBC melalui CATL. "Ke depan itu motornya itu kan baterainya itu kan ke depan kita akan lebih mendorong, karena kita sudah mempunyai pabrik baterai dari nikel, kita akan lebih mendorong ke nikel," ujar Bahlil di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026).

Bahlil juga menekankan perlunya melihat nilai keekonomian nikel dan melakukan penyesuaian agar harga lebih ekonomis.

"Tapi kita lihat tingkat keekonomiannya, tetapi kami yakin bahwa tingkat keekonomian nikel Indonesia itu akan jauh lebih kompetitif. Kita akan melakukan beberapa langkah-langkah penyesuaian terhadap komponen-komponen dalam harga supaya lebih ekonomis. Ya, begitu ya," bebernya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan segera meluncurkan motor listrik nasional hasil karya anak bangsa dalam waktu dekat.

"Berkenaan dengan motor listrik nasional nanti pada waktunya akan kami sampaikan dalam waktu dekat mungkin akan ada peluncuran ya. [Produsennya] tunggu tanggal mainnya, sudah ada tetapi ada waktunya disampaikan," ujar Prasetyo pada Selasa (21/7/2026). Prasetyo menilai proyek motor listrik nasional memiliki makna penting, yakni menunjukkan kemampuan produksi motor listrik Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed