Kebakaran Meluas di Gunung Bromo, Akses Wisata Ditutup Sementara

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026 semakin meluas dan memaksa penutupan akses wisata oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Api pertama kali muncul di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dan meluas hingga wilayah Kabupaten Malang. Kebakaran ini telah membakar sekitar 550 hektare lahan. Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menyatakan, "Titik awal api berasal dari Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang bukan kawasan wisata."

Endrip menambahkan bahwa kebakaran meluas hingga ke Kabupaten Malang, menyebabkan penutupan akses wisata dari pintu masuk Jemplang, Coban Trisula di Malang, dan Senduro di Lumajang.

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki sejarah panjang dengan kebakaran hutan yang sering dipicu oleh cuaca ekstrem, siklus kemarau, dan kelalaian manusia. Sejarah kebakaran di Gunung Bromo selama 2014-2026 menunjukkan berbagai insiden besar dengan lahan terbakar mulai dari lebih 50 hektare pada 2014 hingga 504 hektare pada 2023.

"Titik api pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan-Jantur pada tanggal 3 Agustus 2026, diduga akibat sisa api unggun yang belum padam sempurna oleh pelintas di jalur tradisional Argosari-Ranu Pani," ujar Endrip. Menurutnya, angin kencang dan cuaca kering khas Agustus mempercepat penyebaran api hingga ke puncak B29 Lumajang dan dasar kaldera.

Balai Besar TNBTS mengeluarkan surat edaran penutupan total pintu masuk wisata Bromo demi kelancaran operasi pemadaman sejak 8 Agustus 2026. Operasi pemadaman melibatkan helikopter water bombing dari BNPB, drone penyemprot air, dan teknologi modifikasi cuaca untuk mengendalikan api. Sebelumnya, pada September 2023, kebakaran besar juga terjadi akibat kelalaian manusia saat menyalakan suar asap untuk foto prewedding, menghanguskan 504 hektare lahan dan menyebabkan penutupan total akses wisata.

"Pada 6 September 2023, rombongan fotografer menyalakan flare di Bukit Teletubbies untuk sesi foto pernikahan. Percikan flare membakar rumput kering di sekitar lokasi," kata Endrip.

Api kemudian membesar dan meluas hingga menutup jalur wisata, dengan operasi water bombing helikopter dilaksanakan hingga api padam sepenuhnya pada 15 September 2023.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow