Kebiasaan Makan Pedas dan Asam Tinggi Picu Risiko Radang Usus Buntu
Makanan pedas dan asam sering dikaitkan dengan gangguan pencernaan seperti sakit perut dan mulas. Namun, mengonsumsi makanan dengan kandungan pedas dan asam yang tinggi, terutama jika disertai pola makan terburu-buru, dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada usus buntu atau apendisitis.
Penyakit usus buntu adalah kondisi peradangan yang terjadi pada apendiks, yaitu kantung kecil berbentuk tabung yang ada secara anatomis dalam tubuh manusia. Kondisi ini biasanya dipicu oleh sumbatan pada muara usus buntu yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan.
Menurut spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, makanan pedas tidak secara langsung menyumbat usus buntu. Namun, konsumsi makanan pedas dan asam secara ekstrem dapat memicu iritasi berulang pada dinding saluran pencernaan.
"Usus buntu itu memang sudah ada secara anatomis dan kecil," ujar dr Yaze kepada detikHealth. "Tapi ketika ada sesuatu yang tersangkut dan menyebabkan peradangan, kondisi tersebut bisa menjadi parah dan apendiks harus diangkat."
Selain rasa pedas dan asam, kebiasaan makan dengan cepat juga menjadi pemicu utama masalah ini. Banyak orang yang mengunyah makanan hanya sedikit karena ingin cepat selesai makan, sehingga makanan yang belum halus dipaksa masuk ke saluran pencernaan.
"Karena ingin cepat selesai makan, misalnya karena banyak pekerjaan atau ingin melewatkan sarapan tapi merasa lapar, orang jadi mengunyah hanya satu atau dua kali. Makanan yang masih cukup besar ini dipaksa masuk," jelas dr Yaze.
Kebiasaan tersebut meningkatkan risiko sisa makanan tersangkut di usus buntu, yang apabila dibiarkan dapat memicu peradangan hebat dan berpotensi menyebabkan perforasi atau pecahnya usus buntu, kondisi yang berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera.
Dr Yaze menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan yang terlalu pedas, sangat asam, dan bersuhu panas. Banyak orang yang tidak sabar menunggu makanan panas tersebut dingin sehingga menelannya langsung tanpa mengunyah dengan baik. Hal ini tidak hanya berdampak pada pencernaan bawah tetapi juga dapat merusak jaringan mukosa di tenggorokan dan saluran pernapasan atas.
"Iritasi berulang yang disebabkan oleh paparan suhu panas ekstrem dan zat pedas yang masuk secara agresif dapat menyebabkan kerusakan sel, bahkan berpotensi memicu kanker nasofaring," kata dr Yaze.
Paparan berulang terhadap makanan panas dan pedas yang dikonsumsi dengan terburu-buru dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius.
Tips Mencegah Risiko Peradangan Usus Buntu
Demi mengurangi risiko gangguan kesehatan tersebut, dr Yaze mengimbau untuk mengubah beberapa kebiasaan makan sehari-hari, yaitu dengan mengunyah makanan hingga halus agar proses pencernaan menjadi lebih mudah dan menunggu makanan agak dingin sebelum disantap.
Selain itu, membatasi tingkat kepedasan dan keasaman makanan juga penting agar dinding saluran pencernaan tidak mudah mengalami iritasi yang berulang.
Informasi ini dikutip dari detikHealth.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow