Kemendag Naikkan Harga Referensi dan Patokan Ekspor Biji Kakao Agustus 2026
Kementerian Perdagangan menetapkan kenaikan harga referensi dan harga patokan ekspor biji kakao periode Agustus 2026 sebagai dampak gangguan pasokan global yang terjadi di Afrika Barat.
Harga Referensi (HR) biji kakao periode 1–31 Agustus 2026 ditetapkan sebesar 5.424,96 dolar AS per metrik ton, naik 36,66 persen dibandingkan periode sebelumnya. Harga Patokan Ekspor (HPE) juga naik menjadi 5.064 dolar AS per metrik ton, meningkat 38,90 persen, dilansir dari Suara.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penetapan HR dan HPE mempertimbangkan kondisi pasar global, biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan komoditas dunia.
"Penetapan HR dan HPE tersebut mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan global. Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi gangguan pasokan di negara-negara produsen utama Afrika Barat akibat serangan hama, cuaca buruk, dan penurunan produksi yang dipicu fenomena El Nino," ujar Tommy.
Gangguan pasokan di Afrika Barat, sebagai pusat produksi kakao dunia, terjadi karena kombinasi cuaca ekstrem, serangan hama, dan dampak fenomena El Nino yang menekan produksi sehingga mendorong kenaikan harga di pasar internasional.
Pemerintah juga memberlakukan bea keluar biji kakao sebesar 7,5 persen dan pungutan ekspor sebesar 7,5 persen untuk periode Agustus 2026, sesuai aturan dalam PMK terbaru.
Selain kakao, Kementerian Perdagangan juga mengumumkan kenaikan harga patokan ekspor untuk beberapa komoditas kehutanan seperti getah pinus dan produk kayu olahan tertentu. Namun, beberapa produk kayu lain justru mengalami penurunan harga patokan ekspor.
Penetapan harga referensi dan harga patokan ekspor tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1667 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang dikenakan bea keluar dan tarif layanan badan layanan umum.
Kenaikan harga kakao dunia diperkirakan akan terus menjadi perhatian pelaku industri makanan dan minuman serta eksportir hingga gangguan pasokan di negara pemasok utama pulih sepenuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow