Kemendikdasmen Tindaklanjuti Isu Penyalahgunaan Data Anak PAUD di Dapodik
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menanggapi isu penyalahgunaan data anak pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di jenjang PAUD untuk memperoleh Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), sebagaimana dilansir dari Detikcom, Rabu (5/8/2026).
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menyatakan pihaknya telah mengetahui dan mendalami kasus ini, terutama terkait penggunaan data tanpa seizin orang tua.
"Kami telah memonitor dan mengetahui perbincangan yang sedang ramai di media sosial terkait dugaan penyalahgunaan data anak untuk dimasukkan ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tanpa seizin orang tua," ujar Wibowo.
Wibowo menambahkan bahwa Kemendikdasmen menanggapi isu tersebut dengan serius dan menegaskan integritas serta perlindungan data pribadi menjadi prioritas utama dalam pengelolaan Dapodik.
"Kami menanggapi isu ini dengan serius karena integritas data dan perlindungan data pribadi merupakan prioritas utama dalam pengelolaan Dapodik," tegasnya.
Kasus ini mulai ramai di media sosial Thread ketika seorang ibu dengan username @nadyxxxx mengeluhkan data anaknya yang berusia 3 tahun 9 bulan tercatat di sebuah PAUD tanpa sepengetahuannya.
"Bismillah izin karna lagi viral tentang nisn dapodik anak saya perempuan berusia 3tahun 9bulan bahkan belum sekolah dimanapun saya barusan cek di web nya GONGGG ternyata anak saya terdaftar di sebuah paud yang bahkan saya belum pernah kesana? apa jawaban kadernya sayang? mari kita baca .. data sepeenting ini disalah gunakan untuk kepentingan mereka sendiri!" ungkap ibu tersebut.
Selain itu, warga lain berinisial V juga mengeluhkan data anaknya yang masih tercatat sebagai siswa aktif di sekolah lama meskipun sudah pindah ke sekolah baru.
"Baru rame soal anak asal dimasukan dapodik, karna penasaran akhirnya aku cek jg data anakku. cringgg status anakku masih siswa aktif disekolah lama, padahal udah pindah ke sekolah baru. ini termasuk penyalahgunaan data jg ga ya?" kata V.
Kasus serupa juga dialami oleh ibu berinisial S yang mengaku kader posyandu menggunakan data anaknya untuk didaftarkan ke Dapodik di sekolah miliknya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow