Kemenkes Mulai Vaksinasi HPV untuk Anak Laki-laki di Tiga Provinsi
Kementerian Kesehatan RI mulai memberikan vaksin human papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki kelas 5 SD berusia sekitar 11 tahun di tiga provinsi pada Agustus 2026, bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Tiga provinsi tersebut adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, dan Bali. Pemberian vaksin ini dilakukan secara bertahap sebelum diperluas secara nasional, demikian dilansir dari Detik Health.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr Indri Yogyaswari, MARS, menyatakan, "Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk BIAS bulan Agustus, kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali."
Ia menjelaskan vaksinasi pada anak laki-laki bertujuan mendukung upaya eliminasi kanker leher rahim pada perempuan. Sebelumnya, vaksinasi HPV untuk anak laki-laki direncanakan secara nasional, namun kini dilakukan secara bertahap.
"Cuma memang targetnya langsung nationwide, kalau di renaksi yang lalu ya. Nah saat ini renaksi tersebut sedang dalam proses revisi, jadi kami ingin membuat program yang lebih bertahap gitu ya," ujar Indri.
Menurutnya, pada 2027 vaksinasi HPV untuk anak laki-laki akan diperluas ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Pada 2028, program ini akan menjangkau Jawa Timur, sehingga total tujuh provinsi menjadi wilayah pelaksanaan bertahap sebelum nasional.
"Jadi memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi, yang tadi kami sudah sampaikan, nanti di tahun depan akan ada tiga provinsi lagi tambahan, tahun 2028 akan ada tambah satu provinsi, sebelum rencana kita akan nationwide," kata Indri.
Pelaksanaan bertahap mempertimbangkan rekomendasi Komisi Imunisasi Nasional dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah sasaran.
"Kenapa demikian? Karena memang dari sisi rekomendasi KIN atau Komisi Imunisasi Nasional dan WHO juga, jadi memang untuk yang HPV Boys ini tidak ada syaratnya. Syaratnya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah tersebut sudah 90 persen. Jadi inilah alasannya kenapa kami bikin bertahap, tidak langsung nationwide," jelasnya.
Indri menambahkan bahwa pendekatan bertahap ini juga bertujuan agar pelaksanaan program dapat dievaluasi sebelum diperluas ke seluruh Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow