Kobra Muncul di Rumah, Warga Diminta Jaga Jarak dan Hubungi Petugas

Smallest Font
Largest Font

Kemunculan kobra di sekitar rumah dapat menimbulkan risiko serius bagi penghuni jika ular tersebut merasa terancam dan menyerang. Warga diminta untuk tidak menyentuh atau memprovokasi ular tersebut serta segera menghubungi petugas yang berkompeten, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kobra biasanya masuk ke lingkungan pemukiman bukan untuk mencari manusia, tapi karena tertarik pada mangsa seperti tikus dan katak atau mencari tempat berlindung di tumpukan barang bekas dan area lembap. WHO menyebut menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi tikus dapat menurunkan risiko pertemuan dengan ular.

Ketika kobra ditemukan, penghuni rumah sebaiknya tidak mencoba mengusir dengan tangan atau benda lain dan menjaga jarak agar ular tidak merasa terpojok. WHO juga menyarankan untuk tidak menangkap atau membunuh ular secara sembarangan karena bisa meningkatkan risiko gigitan.

"Hal pertama yang perlu dilakukan saat menemukan kobra adalah tidak menyentuhnya. Jangan mencoba memukul, mengejar, menjepit, atau memancing ular agar bergerak," ujar WHO.

Jika kobra berada di dalam rumah, penghuni harus segera menjauh dan mengamankan anak-anak, lansia, serta hewan peliharaan ke tempat aman. Dokumentasi berupa foto atau video dari jarak aman dapat membantu petugas mengenali ular tersebut.

"Jangan mencoba menangkap atau membunuh ular karena tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko gigitan tambahan," tambah WHO.

Mitos menaburkan garam untuk mengusir ular tidak terbukti efektif dan bahkan berbahaya. WHO memperingatkan agar tidak menggunakan bahan kimia atau metode tradisional yang dapat memperburuk situasi atau menunda penanganan medis.

"Ketika kobra sudah berada di rumah, fokus utama adalah mencegah kontak antara ular dan manusia sampai bantuan profesional datang," ujar WHO.

Menangkap ular berbisa memerlukan keterampilan dan peralatan khusus. Kesalahan kecil dapat meningkatkan risiko gigitan. Oleh karena itu, warga disarankan untuk segera menghubungi petugas seperti pemadam kebakaran atau tim penyelamatan satwa.

Jika ular ditemukan di ruangan, penghuni disarankan meninggalkan ruangan tersebut dan mengisolasi area agar ular tidak berpindah ke bagian lain rumah. Penutupan pintu dapat dilakukan jika aman dan tidak mendekati ular.

"Ular yang tampak tidak bergerak tetap dapat menyerang saat merasa terancam, jadi perlakukan keberadaan ular sebagai potensi bahaya sampai petugas memastikan aman," kata WHO.

Jika terjadi gigitan atau semburan bisa, segera lakukan pembilasan mata dengan air bersih jika terkena bisa. Untuk korban gigitan, jaga agar korban tenang dan batasi pergerakan tubuh. Segera bawa ke fasilitas kesehatan dan hindari penggunaan metode berbahaya seperti menyayat luka atau menyedot bisa.

"Antivenom adalah satu-satunya pengobatan efektif untuk mencegah atau membalikkan efek berbahaya akibat bisa ular," jelas WHO.

Kepanikan dan tindakan berisiko dapat memperburuk situasi. Oleh karena itu, menjaga jarak, mengamankan penghuni, dan meminta bantuan profesional menjadi langkah utama saat menghadapi kobra di rumah.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed