Kurang Bergerak Berdampak Negatif pada Kesehatan Otak dan Emosional
Aktivitas fisik rutin bukan hanya penting untuk kesehatan tubuh, tetapi juga berperan vital dalam menjaga fungsi otak dan kondisi emosional. Kurangnya gerak dapat memicu penurunan aliran darah ke otak, sehingga suplai oksigen dan nutrisi yang mendukung fungsi otak menjadi berkurang.
Menurut Manisha Parulekar, MD, spesialis geriatri dan wakil direktur Center for Memory Loss and Brain Health di Hackensack University Medical Center, kondisi duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik dapat mengurangi produksi zat kimia otak penting seperti serotonin dan dopamin yang mengatur suasana hati.
Dampak jangka pendek dari kurang bergerak biasanya berupa rasa lesu, kurang motivasi, dan kesulitan berkonsentrasi. Meskipun istirahat dibutuhkan, ketidakhadiran dorongan dopamin dan endorfin akibat minim aktivitas membuat tubuh terasa kurang energi.
Jika kebiasaan minim aktivitas fisik berlangsung lama, dampak terhadap otak menjadi lebih serius, termasuk penurunan kemampuan kognitif dan risiko demensia yang meningkat. Hal ini didukung oleh penelitian yang dijelaskan oleh ahli neurologi David Perlmutter, MD.
Perlmutter menyoroti peran mikroglia, sel kekebalan di otak yang berfungsi melindungi otak. Fungsi mikroglia sangat dipengaruhi oleh kondisi metabolisme tubuh, di mana metabolisme yang sehat membantu mikroglia bekerja optimal, sedangkan metabolisme yang terganggu menimbulkan peradangan kronis di otak.
Kebiasaan kurang bergerak juga berdampak negatif pada kesehatan mental. Parulekar menyatakan gaya hidup ini terkait dengan peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Sebaliknya, penelitian dalam British Journal of Sports Medicine tahun 2022 menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
Meskipun olahraga tidak menggantikan penanganan medis profesional, aktivitas fisik yang lebih banyak dapat membantu memperbaiki suasana hati serta mendukung kesejahteraan emosional secara menyeluruh, seperti dikutip dari Detik Health.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow