CEO TikTok Chew Shou Zi Tegaskan Pendidikan Buka Wawasan Global Lulusan NTU

Smallest Font
Largest Font

CEO TikTok, Chew Shou Zi, menyampaikan pidato di depan lulusan program doktoral Nanyang Technological University pada 1 Agustus 2026. Ia menegaskan pendidikan adalah paspor seumur hidup yang memperluas wawasan dan membuka dunia, terutama sejak masa kecilnya di Singapura.

Chew menceritakan masa kecilnya yang terbatas saat sekolah dasar di Yio Chu Kang, hingga ia melanjutkan ke Hwa Chong Institution di Bukit Timah. Ia merasakan Ujian Akhir Sekolah Primer (PSLE) mendorongnya keluar dari zona nyaman dan memperluas pandangannya.

Menurut Chew, Singapura sebagai negara kecil berhasil menciptakan jejak global dengan menjaga rasa ingin tahu tinggi dan selalu melihat ke luar dunia. "Kini, jejak global Anda meluas. Anda memiliki paspor untuk melihat melampaui tembok institusi tempat menimba ilmu, lulus dengan pengamalan akademis yang mendalam dan terspesialisasi," ujarnya, dilansir dari The Straits Times.

Chew juga membagikan kisah masa kecilnya yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Meski lebih sering bermain gim, ide-ide inovatifnya datang dari rasa ingin tahu yang tumbuh sejak kecil.

Ia melanjutkan pendidikannya ke University College London di bidang ekonomi dan bekerja di bank investasi Goldman Sachs. Selanjutnya, ia mengambil gelar master administrasi bisnis di Harvard Business School.

Chew melihat pergeseran investasi yang mulai mendukung ide baru dan perusahaan teknologi. Ketertarikannya pada teknologi yang tumbuh sejak muda membuatnya meninggalkan dunia keuangan dan berkarier di teknologi.

"Seiring berjalannya waktu, ketertarikan terhadap teknologi yang saya rasakan saat masih muda terus muncul kembali, dan itulah hal yang indah dari rasa ingin tahu yang tulus-rasa itu memiliki daya tahan yang luar biasa," ungkapnya.

Kariernya di teknologi dimulai pada 2015 sebagai Chief Financial Officer (CFO) Xiaomi, lalu menjadi presiden bisnis luar negeri Xiaomi pada 2019. Pada 2021, ia bergabung dengan ByteDance sebagai CFO dan kemudian menjadi CEO TikTok menggantikan Kevin A Mayer.

Chew dikenal luas saat memberikan kesaksian di Kongres Amerika Serikat terkait upaya larangan TikTok pada 2023. Ia menegaskan status kewarganegaraannya sebagai warga Singapura saat ditanya oleh senator.

Dalam pidatonya di depan lulusan doktoral NTU, Chew mengingatkan pentingnya menjaga rasa ingin tahu di era kecerdasan buatan dan digitalisasi. "Kita melihat perubahan setiap hari, dan ini adalah era inovasi berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah titik penting sekaligus menarik dalam sejarah, di mana perubahan merupakan hal yang berlipat ganda, bukan konstan," ujarnya, dilansir dari The Straits Times.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed