Kurangnya Asupan Serat Picu Risiko Peradangan Usus Buntu
Kurangnya asupan serat harian dapat menyebabkan peradangan pada usus buntu akibat proses pengeluaran sisa makanan yang melambat dan berisiko menyumbat usus buntu, kata dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, dilansir dari Detik Health.
Menurut dr Yaze, serat memiliki peran penting dalam mempercepat waktu transit sisa makanan di saluran pencernaan. Jika serat kurang, sisa makanan tertahan lebih lama dan bisa mengeras menjadi kotoran padat yang menyumbat usus buntu.
"Karena kalau kita kurang serat juga, transitnya (makanan) akan kelamaan di usus. Harusnya bisa cepat langsung dibuang," ujar dr Yaze.
"Jadi kalau dengan ada serat, itu dia ngebantu supaya cepat nih sisa makanan itu terproses," tambahnya.
Untuk mencegah risiko penyumbatan yang dapat menyebabkan infeksi dan peradangan, dr Yaze menyarankan pemenuhan kebutuhan serat harian sebesar 25 hingga 30 gram.
"Jadi kalau untuk serat, itu kebutuhannya 25 sampai 30 gram per hari. Jadi kalau diibaratkan makanan, itu sama aja kayak 2 porsi buah sehari ditambah sama 3 porsi sayur," jelas dr Yaze.
Meski demikian, dr Yaze mengingatkan agar asupan serat tidak dikonsumsi sekaligus dalam jumlah besar karena dapat menyebabkan perut terasa penuh dan begah.
"Jadi memang harusnya dibagi. Jadi per kali makan itu pasti ada sayurnya. Terus nanti di snack time-nya, snack time pagi sama snack time sore, itu ada buahnya," ujar dr Yaze.
"Karena kalau dimakan serat 25 sampai 30 gram, misalnya dalam 1 kali makan, ya sudah kenyang sama serat doang, itu biasanya enggak kemakan pasti. Memang mau enggak mau harus dibagi," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow