Mahasiswa Baru ITB Asal Madiun dengan Nama Unik Pilih Teknik Sipil
Q, mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Madiun, Jawa Timur, menarik perhatian karena memiliki nama unik hanya satu huruf. Q diterima di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB melalui jalur SNBT dan telah memilih Teknik Sipil sebagai program studi yang akan diambil, dilansir dari Detikcom.
Q dan rekannya pernah meraih juara pertama kompetisi esai nasional bidang teknik sipil di Universitas Negeri Yogyakarta. Dosen penilai mendorong pengembangan dan pematenan gagasan mereka, yang semakin menguatkan minat Q di bidang teknik sipil.
Q menjelaskan, "Daripada gagasan itu hanya digunakan untuk lomba, menurut saya lebih baik direalisasikan. Apalagi, dosen di UNY mengatakan bahwa pemikiran kami bagus dan sebaiknya dikembangkan lebih lanjut."
Nama Q terinspirasi dari karakter dalam film James Bond yang dikenal sebagai sosok cerdas dan inovatif. Ayah Q berharap anaknya memiliki kecerdasan dan manfaat yang besar bagi bangsa dan agama.
"Ayah saya ingin saya bisa sepintar dan secerdik Q dalam film James Bond. Dia adalah kepala di bidang riset dan teknologi yang membuat berbagai teknologi canggih," ujar Q.
Q juga terinspirasi oleh kakeknya yang pernah bekerja di bidang konstruksi. Ia melihat banyak lahan dan bangunan tidak terpakai di Madiun yang bisa dimanfaatkan untuk ruang produktif masyarakat. Ia bahkan bermimpi berkontribusi pada pembangunan fasilitas di Bulan.
Q memilih ITB karena sejak kecil sudah mengenal kampus tersebut. "ITB terasa cocok bagi saya karena sejak awal saya memang ingin melanjutkan pendidikan di bidang teknik, terutama teknik sipil," katanya.
Sebelum diterima di ITB, Q sempat gagal melalui jalur SNBP, lalu meningkatkan intensitas belajar untuk menghadapi UTBK SNBT dengan cara belajar mandiri dan bimbingan belajar.
"Setelah tidak lolos SNBP, saya mulai belajar lebih serius karena ITB memang menjadi kampus impian saya. Saya pernah belajar di tempat les dari siang sampai malam," ujar Q.
Q mengatasi rasa malas dan kebiasaan membandingkan nilai dengan teman dengan fokus pada perkembangan dirinya sendiri. "Saya mencoba tidak terlalu melihat nilai orang lain agar tetap fokus memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan saya," tegasnya.
Setelah masuk ITB, Q menghadapi tantangan psikologis karena bergaul dengan mahasiswa berprestasi tinggi. Hal ini membuatnya termotivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Q menargetkan indeks prestasi di atas 3,5 dan lulus tepat waktu. Ia juga ingin melanjutkan pendidikan master atau program profesi insinyur.
Q bertekad menghasilkan inovasi yang dapat diakses semua orang tanpa terkecuali. "Saya ingin menghasilkan inovasi atau penemuan yang dapat diakses semua orang, bukan hanya mereka yang memiliki kuasa atau uang," ujarnya.
Untuk kampung halamannya, Q ingin membawa pengetahuan dan pemikirannya demi keberlanjutan pembangunan infrastruktur daerah serta membanggakan kedua orang tuanya.
"Saya tidak sabar memakaikan toga dan medali kelulusan kepada ayah dan ibu saya. Untuk Madiun, nantikan inovasi dan pemikiran saya bagi kelanjutan infrastrukturnya," ucap Q.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow