Mahasiswa Undip Diganjar Beasiswa S2 Double Degree Setelah Sampaikan Aspirasi Harga Beras Alor
Adriano Jeconia Padama, mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip), mendapatkan beasiswa S2 double degree setelah mengadukan masalah harga beras mahal di kampung halamannya, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Rektor Undip, Prof Suharnomo, menyampaikan bahwa Adriano akan dikirim ke University of Sheffield, Inggris, sebagai bentuk apresiasi atas keberaniannya menyampaikan aspirasi tersebut. Beasiswa ini mencakup program Magister Administrasi Publik di Undip dan MA in Politics, Governance & Public Policy di University of Sheffield, dilansir dari akun Instagram resmi Undip, @undip.official, Selasa (11/8/2026).
Adriano berharap dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat Alor tetapi juga Provinsi NTT dan Indonesia secara umum.
Adriano mengaku tidak menyangka aksinya mengadukan harga beras mahal di Alor saat upacara penerimaan mahasiswa baru Undip pada Kamis (6/8/2026) akan berujung pada beasiswa tersebut.
"Kesannya pasti saya senang. Walaupun saya sebenarnya tidak expect akan cerita seperti ini, karena pikiran saya adalah saya sampaikan dulu apa yang harus saya sampaikan. Tapi jika sudah sampai seperti ini, ya enak, Tuhan, terima kasih," ujar Adriano.
Dalam pengaduannya, Adriano menyatakan harga beras di daerahnya sangat tinggi karena produksi hanya memenuhi 10% dari kebutuhan sekitar 24-27 ton per tahun. Ia juga menjelaskan bahwa akses distribusi utama adalah kapal yang sering terganggu saat musim hujan.
"Masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-27 ton per tahun. Sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10%, sehingga harga beras sering naik dan mahal," ujar Adriano melalui unggahan sosial media resmi Undip.
Adriano menambahkan kekhawatirannya terhadap kondisi gizi anak-anak di Alor yang terkadang harus mengonsumsi umbi-umbian karena harga beras mahal.
"Yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan umbi-umbian dan yang saya tahu adalah kalau mereka makan umbi-umbian dari kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar dan, mohon maaf tapi, lubang pembuangan mereka akan mengecil. Itu benar-benar sangat menyakitkan, Pak," paparnya.
Adriano menjelaskan harga beras di kota sekitar Rp 13-15 ribu per kilo, namun di pedalaman bisa naik sampai Rp 17-18 ribu bahkan saat krisis bisa mencapai Rp 25-30 ribu per kilo.
Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung memerintahkan pengecekan distribusi dan mengintervensi pasokan beras ke Alor, termasuk membangun gudang Bulog di sana.
"Oke Nak, saya ini nanti dirut (Bulog) tadi, kalau tidak ada gudang, bangun gudang di sana, gudang Bulog. Kemudian hari ini minta Dirut, sudah Dirut kirim beras di sana dan insya Allah di sana harganya cuma Rp 12.500 ya. Merata sampai daerah, seluruh pulau kita penuhi," ujar Menteri Pertanian dikutip dari akun TikTok resmi.
Menteri Pertanian juga mengunjungi Alor bersama Adriano, memuji mahasiswa tersebut sebagai teladan yang memperjuangkan rakyat kecil dengan sikap jujur dan berdasarkan fakta lapangan.
Adriano mengatakan, "Halo, saya Adriano Jekonia Padama, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro. Saya sangat senang dan bangga karena saya bisa berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat di tempat saya lahir. Dan saya bisa memberikan sesuatu bagi negara dan juga bagi saudara-saudara saya di Kabupaten Alor," dalam unggahan Instagram resmi Undip yang dipublikasikan Sabtu (8/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow