Mengukur dan Mengurangi Paparan Radiasi Ponsel Berdasarkan SAR

Smallest Font
Largest Font

Specific Absorption Rate (SAR) adalah ukuran penting untuk menentukan seberapa banyak radiasi elektromagnetik yang diserap oleh tubuh dari ponsel. Indeks ini dinyatakan dalam satuan Watt per kilogram (W/kg) dan menjadi standar pengawasan radiasi ponsel demi keamanan pengguna.

Radiasi yang dihasilkan ponsel termasuk dalam spektrum non-ionisasi, yang berbeda dari radiasi berenergi tinggi seperti sinar-X. Oleh karena itu, radiasi ponsel tidak mampu memecah ikatan molekul dalam DNA, meskipun efek panasnya tetap harus dipantau secara ketat.

Regulasi di berbagai wilayah, termasuk Uni Eropa, menetapkan batas maksimum SAR untuk ponsel, yakni 2 W/kg untuk bagian kepala dan 0,08 W/kg untuk seluruh tubuh. Batas ini jauh di bawah ambang yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan akibat panas.

Nilai SAR yang tercantum dalam spesifikasi ponsel menunjukkan tingkat radiasi tertinggi saat ponsel digunakan dengan sinyal penuh. Dalam kondisi normal, paparan radiasi yang diterima pengguna biasanya jauh lebih rendah.

Berikut adalah sepuluh ponsel dengan nilai SAR tertinggi, yang ternyata masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan:

  • Motorola Edge (1,79 W/kg)
  • ZTE Axon 11 5G (1,59 W/kg)
  • OnePlus 6T (1,55 W/kg)
  • Sony Xperia XA2 Plus (1,41 W/kg)
  • Google Pixel 3XL (1,39 W/kg)
  • Google Pixel 4a (1,37 W/kg)
  • Oppo Reno5 5G (1,37 W/kg)
  • Sony Xperia XZ1 Compact (1,36 W/kg)
  • Google Pixel 3 (1,33 W/kg)
  • OnePlus 6 (1,33 W/kg)

Kebanyakan dari perangkat ini adalah model lama, sehingga penggunaannya kini relatif sedikit.

Faktor yang Mempengaruhi Paparan Radiasi dan Cara Menguranginya

Tingkat paparan radiasi dari ponsel ke tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kekuatan sinyal dan jarak penggunaan. Ponsel akan menggunakan daya lebih besar ketika sinyal jaringan lemah, sehingga meningkatkan paparan radiasi.

Menjaga jarak ponsel dari kepala, misalnya dengan menggunakan speakerphone atau headset berkabel saat menelepon, dapat menurunkan paparan radiasi secara signifikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan frekuensi radio ponsel sebagai "kemungkinan karsinogenik bagi manusia," meskipun bukti ilmiah yang ada masih terbatas dan belum cukup konklusif untuk menghubungkan langsung dengan risiko kanker.

Pengguna disarankan untuk mengubah kebiasaan komunikasi menjadi lebih banyak menggunakan pesan teks dan menyimpan ponsel di tas saat tidak digunakan guna mengurangi paparan radiasi yang menempel pada tubuh.

Informasi ini dikutip dari Detik iNET yang merangkum data dari Gizchina pada 18 Agustus 2026.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed