Wanita 36 Tahun Terdiagnosis Kelainan Jantung Langka Setelah Serangan Panik

Smallest Font
Largest Font

Seorang wanita berusia 36 tahun dari Inggris, Abigail Loiose, didiagnosis mengalami kelainan jantung bawaan langka setelah bertahun-tahun diduga mengalami serangan panik dan kecemasan, dilansir dari Detik Health.

Antara tahun 2021 hingga 2025, Abigail sering memeriksakan diri ke dokter umum dengan keluhan kelelahan dan sesak napas. Ia menjalani terapi 5-6 kali karena diduga mengalami gangguan kecemasan.

Pada Desember 2024, Abigail dirawat di ruang gawat darurat setelah merasakan nyeri dada hebat dan kesulitan menaiki tangga di tempat kerjanya. Tes awal mengungkapkan ia mengalami right bundle branch block (RBBB), yaitu gangguan impuls listrik pada jantung bagian kanan.

Dokter mencurigai adanya bunyi jantung abnormal dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan EKG 24 jam dan ekokardiogram. Hasilnya menunjukkan salah satu katup jantung Abigail mengalami kebocoran.

Spesialis jantung kemudian merujuk Abigail ke Royal Brompton Hospital di London untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Di rumah sakit tersebut, Abigail didiagnosis dengan Ebstein's anomaly, kelainan jantung bawaan yang menyebabkan katup trikuspid berbentuk tidak normal dan aliran darah terganggu di dalam jantung.

Kelainan ini menyebabkan katup tidak menutup sempurna sehingga darah mengalir balik ke ruang atas jantung.

Untuk mengatasi kondisi ini, Abigail harus menjalani operasi rekonstruksi katup trikuspid menggunakan jaringannya sendiri.

Sebelum operasi pada Mei 2026, Abigail berhasil menurunkan berat badan sekitar 10 kilogram untuk mengurangi risiko selama tindakan medis.

Operasi cone selama sembilan jam berhasil dilakukan untuk memperbaiki fungsi katupnya sehingga mendekati kondisi normal.

Setelah sembilan minggu masa pemulihan, Abigail dijadwalkan menjalani rehabilitasi jantung selama 12 minggu mulai Agustus 2026.

"Saya tidak tahu bagaimana saya bisa sampai usia 36 tahun tanpa terdeteksi," ujar Abigail, yang bekerja di bidang pendidikan.

"Saya tidak tahu bagaimana saya bisa melewati dua kehamilan tanpa terdeteksi," tambahnya.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow