Panduan Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular Sesuai Medis

Smallest Font
Largest Font

Gigitan ular berbisa menjadi risiko yang harus diwaspadai oleh para wisatawan yang gemar menjelajahi alam seperti gunung, hutan, dan air terjun. Namun, banyak tindakan pertolongan pertama yang selama ini dipercaya masyarakat ternyata bertentangan dengan prinsip medis.

Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.Em., Sub.Sp.Tok(K), dokter spesialis emergensi RS Permata Depok dan pakar toksinologi, menjelaskan bahwa tindakan seperti mengisap racun, menyayat luka, atau mengikat bagian tubuh yang tergigit tidak dianjurkan karena justru bisa memperburuk kondisi korban.

Banyak mitos beredar mengenai penanganan luka gigitan ular yang tidak sesuai dengan fakta medis. Pertama, mengisap racun dianggap efektif, padahal racun ular menyebar melalui sistem getah bening, bukan darah, sehingga cara ini tidak efektif dan berisiko infeksi.

Kedua, menyayat luka gigitan dipercaya dapat mengeluarkan racun, tetapi hal ini justru menimbulkan luka baru dan meningkatkan risiko perdarahan serta infeksi. Ketiga, mengikat bagian tubuh yang tergigit terlalu kencang dapat menghambat aliran darah dan memperparah kerusakan jaringan.

Keempat, mengejar atau membunuh ular setelah gigitan sering dilakukan korban, namun tindakan ini berbahaya dan berpotensi menyebabkan gigitan tambahan. Maha, sapaan Dr. Tri Maharani, menyarankan agar setiap gigitan dianggap berbahaya tanpa harus mencoba menangkap ular.

Langkah Pertolongan Pertama yang Benar

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah imobilisasi, yaitu membatasi gerakan anggota tubuh yang tergigit agar penyebaran racun melambat. Selanjutnya, korban harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang mampu menangani kasus gigitan ular berbisa.

Penting bagi wisatawan untuk tidak panik dan memahami prosedur keselamatan saat beraktivitas di alam. Penanganan cepat dan tepat sangat menentukan peluang pemulihan korban tanpa komplikasi serius.

Maha juga mengingatkan agar tidak mengguyur luka dengan air panas atau dingin dan menghindari tindakan mengeluarkan darah dari luka gigitan. Selalu prioritaskan pencarian bantuan medis profesional.

Rekomendasi Tambahan untuk Wisatawan

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Virtual Poison Center, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang memberikan panduan pertolongan pertama pada gigitan ular dan keracunan lainnya. Aplikasi ini juga memiliki tombol panik yang membantu menunjukkan lokasi korban untuk memudahkan evakuasi.

Dengan memahami mitos dan prosedur pertolongan yang tepat, risiko fatal akibat gigitan ular bisa diminimalkan secara signifikan, terutama bagi para pecinta wisata alam.

Informasi ini dikutip dari Detik Travel, mengedepankan pengetahuan medis yang akurat dan praktis untuk keselamatan wisatawan.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed