Pemerintah Tingkatkan Investasi dan Industri Pariwisata Kuartal Ketiga 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah akan meningkatkan performa investasi dan industri pariwisata pada kuartal ketiga 2026 sebagai upaya strategis mendorong perekonomian nasional menjelang akhir tahun, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan, tertinggi untuk triwulan II sejak 2019, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir dari Detik Travel.

Destinasi favorit wisatawan tetap Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, baik bagi pelancong dalam negeri maupun luar negeri.

Airlangga menjelaskan, "Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kita genjot." Langkah ini diharapkan memperkuat perekonomian nasional.

Soen Andy Sunjaya, CEO Mitra Gamesindo, menegaskan pentingnya inovasi dalam industri hiburan. "Di industri ini, jika Anda tidak berinovasi atau tidak mengikuti arus pasar, Anda tidak akan bertahan," ujarnya pada diskusi panel Future of Play Indonesia 2026.

Andy menambahkan bahwa pembaruan wahana dan inovasi harus dilakukan secara konsisten karena usia antusiasme pengunjung terhadap satu mesin permainan kini hanya 2-3 tahun.

Melvyn Sutiono, Corporate System Manager Funworld Indonesia, menyoroti perubahan tren global yang memengaruhi preferensi konsumen Indonesia yang semakin teredukasi dan menuntut wahana berstandar internasional. Hal ini mendorong perluasan merek gim baru dan wahana interaktif sebagai modal utama dalam persaingan industri hiburan di mal-mal besar.

Mercedes Amanda, General Manager CBCN Indonesia, mengingatkan bahwa kegagalan operator baru sering terjadi akibat kurang memahami kebiasaan lokal dan perencanaan operasional jangka panjang yang lemah. "Riset mendalam mulai dari daya beli, preferensi budaya, hingga sertifikasi halal pada Food & Beverage harus dilengkapi sebelum investasi dilakukan," katanya.

Mercedes menambahkan bahwa tanpa strategi pemasaran dan retensi yang matang, tempat hiburan baru bisa sepi pengunjung dalam beberapa bulan setelah pembukaan.

Dalam hal sumber daya manusia, kenyamanan dan keramahan staf menjadi faktor penting di samping teknologi, dengan rekrutmen dan pelatihan pelayanan serta pemeliharaan keselamatan sebagai indikator utama keberlangsungan arena permainan.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow