Pemerintah Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara untuk Pesawat Berbadan Lebar

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah mempercepat pembangunan Bandara Bali Utara di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, yang dirancang untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380, dilansir dari Detik Travel. Percepatan proyek ini dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri, Baringin Panggabean, pada 14 Juli 2026 di Hambalang, Jawa Barat. Baringin menyampaikan bahwa Bandara Bali Baru telah ditetapkan sebagai Proyek Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025-2029 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada kesiapan infrastruktur, terutama landasan pacu dan fasilitas pendukung untuk penerbangan internasional jarak jauh.

"Sejak tahap perencanaan, Bandara Bali Utara memang didesain sesuai standar internasional. Infrastruktur seperti landasan pacu dan fasilitas pendukung disiapkan untuk mengakomodasi Boeing 777 dan Airbus A380," ujar Baringin. Rancangan teknis tersebut didasarkan pada studi kelayakan yang disetujui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Presiden Prabowo juga meminta agar pembangunan dipercepat dengan target selesai dalam tiga tahun agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Pembangunan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang melibatkan investasi swasta untuk mengurangi beban APBN dan mendorong keterlibatan sektor usaha.

Pemerintah juga membagi fungsi dua fasilitas penerbangan di Buleleng, dengan Bandara Bali Utara menjadi bandara umum untuk penerbangan komersial dan pesawat berbadan lebar, sedangkan Lapangan Terbang Letkol Wisnu melayani pesawat ringan dan private jet. Dalam Rapat Koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan pada 30 Juli 2026, pengembangan Lapangan Terbang Letkol Wisnu difokuskan pada penerbangan berskala kecil karena kondisi kawasan yang padat penduduk dan memiliki pembatas geografis serta keberadaan pura sakral di sekitar. "Kondisi geografis dan budaya di sekitar Letkol Wisnu kurang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi bandara internasional berkapasitas besar," jelas pemerintah.

Bandara Bali Baru di Kubutambahan dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan akan bandara internasional kedua yang dapat melayani pesawat berbadan lebar dan mendukung pertumbuhan lalu lintas udara di masa depan.

Arahan percepatan proyek ditegaskan kembali oleh Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Juli 2026, dengan instruksi mempercepat pelaksanaan proyek strategis nasional termasuk Bandara Bali Utara. Jika terealisasi, Bali Utara akan memiliki dua fasilitas bandara yang saling melengkapi untuk penerbangan kecil dan besar, memperkuat konektivitas udara serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di wilayah Bali Utara, Barat, dan Timur.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow