Periklindo Prediksi Insentif Dorong Penjualan Mobil Listrik Naik 20 Persen
Periklindo memprediksi insentif pembelian kendaraan listrik yang sedang disiapkan pemerintah dapat meningkatkan penjualan mobil electric vehicle (EV) hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata Sekretaris Jenderal Periklindo Tenggono Chuandra Phoa, Jumat (7/8/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Menurut Tenggono, kenaikan penjualan tersebut sangat realistis jika insentif perpajakan seperti pada 2023–2024 kembali diterapkan. Hal ini dianggap menjadi stimulus penting di tengah tantangan ekonomi yang menekan daya beli masyarakat.
Tenggono menegaskan pemerintah harus menjaga momentum pertumbuhan agar roda ekonomi tetap bergerak, meski kondisi ekonomi saat ini tidak menentu. Dengan stimulus yang tepat, minat masyarakat beralih ke mobil listrik akan terus meningkat.
Periklindo menilai kejelasan regulasi insentif sangat dinantikan produsen dan calon konsumen. Fasilitas pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) efektif menekan harga jual kendaraan sehingga lebih terjangkau pasar domestik.
Mereka juga mengimbau pelaku industri memperluas jaringan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya guna mengimbangi tren lonjakan adopsi mobil listrik yang diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.
"Kami optimistis kolaborasi antara kebijakan insentif pemerintah dan kesiapan ekosistem industri menjadi kunci percepatan transisi energi bersih di sektor transportasi Indonesia," kata Tenggono.
Tenggono menambahkan edukasi mengenai efisiensi biaya operasional jangka panjang dan masuknya model baru ke pasar domestik juga akan memperkuat keyakinan masyarakat memilih kendaraan berbasis baterai.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian sepanjang 2025, penjualan wholesales kendaraan listrik berbasis baterai mencapai sekitar 43.000 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh pilihan model ramah lingkungan yang beragam, dukungan fasilitas fiskal, dan ekspansi fasilitas perakitan lokal oleh pabrikan global.
Memasuki 2026, potensi penjualan mobil listrik diperkirakan mencapai 50.000 hingga 52.000 unit jika skema insentif cair tepat waktu. Lonjakan ini menunjukkan pasar EV Indonesia bertransformasi dari segmen niche menuju adopsi massal secara bertahap.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk insentif kendaraan listrik, termasuk motor dan mobil listrik. Pembahasan besaran insentif masih berlangsung bersama kementerian teknis dan tinggal menentukan mekanisme peluncuran.
"Stimulus EV nanti kita akan monitor, karena ada rencana pembangunan motor listrik nasional. Ini masih dalam pembahasan antar kementerian teknis dan anggarannya sudah ada tinggal bagaimana kita meluncurkan," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (6/7/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan kebijakan insentif tersebut dalam waktu dekat. Stimulus mencakup dukungan untuk sekitar 500.000 sepeda motor listrik serta insentif untuk mobil listrik.
"Saya kira dalam dua atau tiga minggu ke depan Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV, termasuk 500.000 motor dan mobil listrik, ada pembebasan 100 persen barang mewah, VIP, dibayar pemerintah, dan 40 persen untuk kendaraan listrik tertentu," ujar Purbaya dalam acara Gaikindo International Automotive Conference, Selasa (4/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow