IHSG Menguat 1,04 Persen Didukung Saham Unggulan LQ45 dan Cadangan Devisa Stabil
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,04% di posisi 6.409 pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, didorong oleh kenaikan saham unggulan LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Sepanjang hari, IHSG bergerak di zona bullish dengan rentang pada level 6.347 hingga puncak 6.409. Nilai transaksi jual-beli mencapai Rp16,46 triliun dari 38,06 miliar saham dengan frekuensi 2,2 juta kali transaksi.
Tercatat 355 saham menguat, 235 saham melemah, dan 203 saham stagnan. Sektor infrastruktur, barang baku, dan teknologi menjadi pendorong utama penguatan IHSG dengan kenaikan masing-masing 2,17%, 1,63%, dan 1,25%, diikuti sektor konsumen primer yang naik 1,24%.
Saham PT Indosat Tbk melesat 14,2%, PT Telkom Indonesia Tbk naik 2,26%, dan PT Barito Renewables Energy Tbk menguat 2,04%. Saham unggulan LQ45 lain yang menguat yaitu PT Indika Energy Tbk naik 5,88% dan PT Bumi Resources Tbk bertambah 4,47%.
Selanjutnya, saham PT Indofood CBP Tbk naik 4,04%, PT Merdeka Battery Materials Tbk 3,77%, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk 3,52%. Bank Rakyat Indonesia Tbk juga melejit 2,96%, bersama saham PT Barito Pacific Tbk dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk yang masing-masing naik 2,93% dan 2,81%.
Posisi cadangan devisa Indonesia per Juli 2026 tercatat US$145,3 miliar, sedikit menurun dari US$145,6 miliar di bulan sebelumnya, menurut laporan Bank Indonesia pada Jumat, 7 Agustus 2026.
"Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat," ujar laporan Bank Indonesia.
Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, melebihi standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Level cadangan devisa yang kuat menjadi bantalan utama dalam menjaga stabilitas eksternal dan menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai ketahanan ekonomi nasional.
Bank Indonesia menilai ketahanan sektor eksternal tetap baik dengan dukungan cadangan devisa yang memadai dan aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional.
"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata laporan Bank Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow