Vale Indonesia Pastikan Kemitraan dengan PowerCO untuk Smelter HPAL di Tanamalia
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk. menyatakan bahwa kemitraan dengan PowerCO, divisi baterai Volkswagen AG, dalam pengembangan smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) di Blok Tanamalia sudah memasuki tahap diskusi formal, dan jika sudah resmi akan diumumkan ke publik, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Bernadus menjelaskan bahwa kerahasiaan perjanjian masih berlaku sehingga belum banyak informasi yang dapat diungkapkan kepada media.
"Nanti gini, kalau itu memang sudah formal, pasti kan di-announce kan. Ini kan ada confidentiality segala macam kan, jadi saya enggak bisa ngomong banyak sih," ujar Bernadus usai acara peluncuran dan bedah buku Bahlil Lahadalia pada Jumat (7/8/2026).
Proses eksplorasi tambang di Blok Tanamalia masih berjalan. Bernadus menyatakan cadangan bijih nikel di lokasi tersebut melimpah, meskipun angka pasti belum dapat disampaikan.
"Jadi kita fokus dahulu untuk bisa mengeksplorasi, untuk men-justify pengembangan tambang. Saya enggak ingat angka detailnya lah ya. [Hal] yang jelas, cadangannya pasti bagus lah," ungkapnya.
Vale Indonesia tengah menjajaki kemitraan pengembangan tambang di Blok Tanamalia yang terletak di Sorowako, Sulawesi Selatan, dengan perusahaan otomotif asal Eropa.
Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan proyek ini akan terintegrasi dengan smelter HPAL yang memerlukan bijih nikel limonit.
"Ini masa depan dan sedang mulai dirintis. Itu kerja sama di Blok Tanamalia. Ini sangat istimewa karena mitra kita, salah satunya adalah pabrikan kendaraan terkemuka dari Eropa," kata Budiawansyah dalam Grand Seminar Hipmi, Kamis (6/8/2026).
Pengembangan tambang saat ini dalam tahap studi front end loading (FEL) tahap II yang mencakup studi kelayakan, aspek ekonomi, teknis, operasional, hukum, serta aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Proyek smelter HPAL akan dibangun bersama mitra yang sedang dalam tahap pemilihan.
Blok Tanamalia merupakan bagian dari IUPK Vale Indonesia dengan luas 13.556 hektare yang juga mencakup izin eksplorasi lanjutan seluas 17.239 hektare di kawasan hutan Sorowako, termasuk desa Loeha dan sebagian desa Rante Angin, Luwu Timur.
Jika kandungan nikel memadai, konstruksi diperkirakan mulai 2027-2028 dan penambangan bisa dimulai paling cepat pada 2031.
Volkswagen, melalui divisi baterainya PowerCO, sebelumnya disebut berminat bekerja sama dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik bersama Vale Indonesia.
Associate Energy Analyst Kementerian ESDM, Fitria Astuti Firman, menyatakan pemerintah tengah menyusun standar ESG nasional untuk mengakomodasi investor asing yang ketat, dan Volkswagen tertarik dengan proyek Vale dengan syarat kepatuhan ESG global.
"Langkah ini krusial agar produk mineral Indonesia dapat diserap oleh rantai pasok global. Contoh sukses penerapan ini adalah kerja sama PT Vale dengan raksasa otomotif dunia seperti Ford dan Volkswagen, yang mewajibkan kepatuhan ESG berstandar global," ujar Fitria pada diskusi publik Indef, Rabu (17/6/2026).
Bahlil Lahadalia, saat menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM, pernah membenarkan ketertarikan Volkswagen membangun industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.
"VW akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan nasional dan asing. Kami siap mengawal agar rencana investasinya segera terealisasi," kata Bahlil dalam siaran pers, Selasa (18/4/2023).
PowerCo SE adalah anak perusahaan Volkswagen yang berdiri pada 2022 dan berkantor pusat di Salzgitter, Jerman, menjalankan seluruh aktivitas baterai Volkswagen Group mulai dari pengolahan bahan mentah hingga pengelolaan gigafactory di Eropa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow