Perusahaan Transportasi dan Pabrikan Dukung Program Biodiesel B50 di Indonesia
Program bahan bakar biodiesel B50 telah berjalan selama satu bulan dan digunakan oleh lebih dari 2.000 armada transportasi di rute Jabodetabek, Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, tanpa menimbulkan masalah teknis pada mesin, dilansir dari Detik Oto.
Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri, Ronny Senjaya, menyatakan bahwa pelatihan dan edukasi rutin dari ATPM terhadap tim mekanik membantu menjaga kelancaran operasional armada. Namun, distribusi bahan bakar yang belum merata menyebabkan antrean panjang saat pengisian, menambah waktu tempuh dan berpotensi menimbulkan denda dari pelanggan dengan waktu ketat.
"Sebagai perusahaan angkutan darat yang mengoperasikan lebih dari 2.000 unit armada untuk rute Jabodetabek, Jawa, Sumatera hingga Sulawesi, kami merasakan dampak transisi ke B50 ini tidak begitu buruk, tidak ada kendala signifikan terhadap mesin," ujar Ronny.
Ronny menambahkan, "Kuncinya ada pada edukasi dan pelatihan pencegahan yang rutin diberikan pihak ATPM kepada tim mekanik kami. Selama langkah antisipasinya dijalankan, operasional ribuan armada kami tetap aman dan lancar." Dia juga menegaskan pentingnya pemerataan dan ketersediaan BBM karena BBM menyumbang 30-40 persen biaya operasional perusahaan transportasi.
"BBM itu apabila ketersediaan yang tidak merata, itu akan mengakibatkan antrean pada saat pembelian. Setiap kali mengantre itu akan menambah waktu lead time kami," ujar Ronny. Dia juga mengingatkan risiko keselamatan karena sopir berusaha mengejar waktu akibat antrean panjang.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melalui Mitsubishi Fuso turut mendukung program B50 dengan melibatkan produk andalannya, Canter dan Fighter X, dalam uji jalan sejauh 40.000 kilometer.
Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, mengatakan, "Kami di industri otomotif berkomitmen penuh mendukung program pemerintah. Salah satu varian kami, Mitsubishi Fuso Canter, terlibat langsung dalam uji jalan B50 sejauh 40.000 kilometer dan hasilnya berjalan lancar tanpa dampak negatif signifikan pada kendaraan."
Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa pengujian teknis dan kesiapan infrastruktur B50 telah melalui proses panjang sebelum didistribusikan luas.
"Kita tahu biodiesel ini diproduksi di dalam negeri, pabriknya di dalam negeri, tenaga di dalam negeri, distribusinya juga ada di dalam negeri. Itulah kelebihan dari penggunaan B50," kata Cahyo. Dia menambahkan bahwa setiap peningkatan persentase campuran biodiesel dari B2,5 hingga B50 diikuti dengan peningkatan kualitas bahan bakar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow