Polda Riau dan Kementerian PPPA Pulihkan Lingkungan Pesisir dengan Mangrove

Smallest Font
Largest Font

Polda Riau melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi melakukan pemulihan lingkungan di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir dengan menanam mangrove di lahan seluas 1.200 hektare.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong agar perempuan pesisir dilibatkan dalam kegiatan rehabilitasi tersebut sebagai pelaku utama, bukan hanya penerima manfaat.

Wamen PPPA Veronica Tan mengatakan, "Keberadaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) memastikan bagaimana hektaran (lahan) yang ditanam mangrove itu pekerjanya bisa saja perempuan, artinya bagaimana perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat tetapi sebagai pelaku."

Ia menambahkan, "Karena perempuan banyak sekali yang menjadi tulang punggung dan mereka adalah petani, dan ini yang perlu kita kerjakan sebagai kolaborasi dari Kabinet Merah Putih."

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengapresiasi langkah Polda Riau dalam gerakan ini sebagai upaya nyata pemulihan kawasan pesisir yang rusak akibat abrasi.

Jumhur menyatakan, "Ekspedisi Merah Putih Presisi yang juga dipromosikan oleh Kapolri itu adalah dengan cara memulihkan lingkungan. Daerah di sini memang sangat membutuhkan sentuhan pemulihan lingkungan yang luar biasa besar."

Menurut Jumhur, dari target 1.200 hektare lahan terdampak, sudah 500 hektare ditanami mangrove oleh Polda Riau bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemprov Riau.

"Saya juga berkomitmen untuk memastikan penanaman 500 hektar yang terdampak abrasi. Sisanya lagi nanti mudah-mudahan bisa terpenuhi 1.000 hektare ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari pemulihan lingkungan, sekaligus pemulihan sosial ekonomi masyarakat," ujar Jumhur.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyatakan Ekspedisi Merah Putih Presisi bertujuan menghadirkan negara di wilayah pesisir sekaligus menjawab persoalan masyarakat.

"Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi," kata Irjen Herry.

Ia menekankan bahwa abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

"Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya," ujar Kapolda Riau.

Informasi ini dilansir dari Detikcom.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed