RT 08 Malaka Jaya Raih Penghargaan Internasional atas Inovasi Lingkungan
RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, mendapatkan penghargaan internasional Excellence Award dari International Board of Standards (IBS) atas keberhasilannya dalam pengelolaan lingkungan yang sesuai standar lintas yuridiksi, dilansir dari Detik iNET.
Penghargaan ini diberikan karena RT 08 menunjukkan aksi nyata dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan inovasi pemberdayaan warga.
Kepala RT 08 Malaka Jaya, Taufiq Supriadi, menjelaskan pentingnya peran RT sebagai fondasi dalam membangun sistem yang kuat di Indonesia.
"Indonesia ini hanya butuh sistem dari atap. Masalahnya bukan di pusat, di kita. Kalau rumah kita atapnya bagus, dindingnya kokoh, tapi fondasinya rapuh?
Bangunan nggak akan kuat lama. Nah, fondasi itu adalah kita, RT," ujar Taufiq.
Taufiq yang memiliki berbagai gelar akademik dan profesional di bidang teknik dan perubahan iklim, berhasil menerapkan ilmunya bersama warga RT 08 sehingga RT ini mandiri dan menjadi contoh bagi banyak negara dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Salah satu inovasi utama adalah pengelolaan sampah organik yang sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, lebih awal dari peraturan gubernur DKI Jakarta. RT 08 berhasil mengelola sampah organik dengan memanfaatkan maggot sebagai pakan ikan dan ayam ternak.
"Kepala lele, daleman lelenya nggak dipakai. Semuanya kita ambil, masukin ke chopper. Kasih lagi ke maggot. Itu cepat gede," terang Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga Indonesia (RAPI) itu.
Selain itu, RT 08 bekerja sama dengan Bank Sampah untuk mengelola sampah yang telah dipilah warga.
Untuk mendukung gizi warga, RT 08 mengembangkan budidaya ikan lele dan gurame di saluran selokan yang dimodifikasi menjadi kolam bertingkat sepanjang 42 meter. Ikan hasil budidaya ini diberikan gratis kepada warga, khususnya ibu hamil, lansia, dan balita.
"Kolam Gizi Warga" ini panen setiap tiga bulan dan menjadi sumber protein tambahan bagi warga.
Inovasi lain adalah penerapan sistem Rainwater Harvesting (RWH) untuk memanfaatkan air hujan dalam menyiram tanaman dan membersihkan lingkungan dari feses kucing liar.
Program pembangunan lubang biopori juga dijalankan di depan rumah kepala keluarga untuk mengomposkan sampah organik dan mencegah genangan air serta mengurangi populasi tikus tanah.
RT 08 juga mengembangkan digitalisasi melalui aplikasi dan website RTOnline yang menyediakan transparansi laporan keuangan dan data warga, serta fitur pengawasan CCTV dan pengumuman real-time untuk keamanan lingkungan.
"Di sini, warga bisa melihat transparan laporan keuangan kita, warganya ada berapa. Kemudian kita bantu validasi data bansos," ujar Taufiq.
Selain itu, RT 08 memiliki listrik mandiri dari panel surya yang digunakan untuk mengairi kolam ikan, penerangan jalan, dan mesin pencacah sampah untuk bahan alas kandang ayam petelur.
Ayam petelur jenis Lohmann Brown dipelihara dengan kandang yang tidak berbau berkat inovasi alas kandang dari cacahan daun dan sisa sampah organik serta pengelolaan ventilasi kandang yang baik.
"Tempat terbuka, ada lorong, angin bagus, kami belajar bagaimana memelihara ayam agar nggak bau di tempat. Kemudian ada mesin pencacah untuk menghancurkan sampah daun yang dicampurkan ke komposting alas kandang ayam. Kuncinya di alas kandang ayam," tandasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow