Presiden Prabowo Umumkan Target Ekonomi dan Revitalisasi RSUD di APBN 2027

Smallest Font
Largest Font

Pada 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 dalam Nota Keuangan Rancangan APBN 2027 yang disampaikan di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto, lebih rendah dari proyeksi tahun ini sebesar 2,85%, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,59% ke posisi 6.401,88, didukung oleh kenaikan saham sektor kesehatan, properti, dan energi masing-masing sebesar 3,09%, 2,99%, dan 2,65%.

Penguatan rupiah juga tercatat di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) sebesar 0,34% ke Rp17.851/US$, dan di pasar spot menguat 0,25% ke Rp17.825/US$.

Presiden Prabowo menyoroti keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia sebagai tanda kebijakan fiskal yang hati-hati dan beban utang yang berkelanjutan.

"S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makroekonomi yang secara umum berhati-hati, serta beban utang yang relatif prudent dan sustainable dibandingkan negara-negara setara," ujar Prabowo.

Pasar juga mencermati peluncuran Bursa Mineral dan Komoditas yang bertujuan menciptakan harga acuan untuk komoditas ekspor utama dan meningkatkan transparansi perdagangan komoditas.

Prabowo mengumumkan rencana revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan nasional.

Menanggapi kekurangan lebih dari 140.000 dokter di Indonesia, Presiden memaparkan strategi percepatan pembukaan fakultas kedokteran baru untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis.

Selain itu, pemerintah akan mendorong revisi aturan kewarganegaraan guna memungkinkan pemberian kewarganegaraan ganda terbatas bagi diaspora dengan keahlian tinggi untuk menarik kembali talenta berkompetensi internasional.

Pergerakan aset di pasar keuangan domestik mencerminkan optimisme investor terhadap kebijakan pemerintah 2027, dengan sektor kesehatan, properti, dan energi yang mulai dipandang sebagai penerima manfaat utama dari agenda pemerintah.

Sektor kesehatan mendapat dorongan dari rencana revitalisasi RSUD, pembukaan fakultas kedokteran, dan kebijakan mendatangkan dokter asing secara temporer.

Sementara sektor properti mendapat sentimen positif dari peningkatan belanja pembangunan dan aktivitas ekonomi yang mendukung target pertumbuhan 6%.

Sektor energi mendapat eksposur dari agenda ketahanan energi, hilirisasi, kendaraan listrik, pengembangan komoditas strategis, dan rencana pendirian Bursa Mineral dan Komoditas.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow