PT Fast Food Indonesia Catat Pendapatan Rp2,79 Triliun di Semester I 2026
PT Fast Food Indonesia Tbk mencatat pendapatan sebesar Rp2,79 triliun sepanjang semester I 2026, tumbuh 16,09% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, dilansir dari Bloombergtechnoz. Penjualan meningkat signifikan didukung oleh berbagai inisiatif pemasaran dan strategi memperkuat proposisi nilai kepada konsumen agar produk tetap menarik di pasar yang dinamis. Namun, kuartal II menghadapi tantangan akibat kenaikan harga bahan baku yang mempengaruhi struktur biaya perusahaan.
Perseroan menjaga perspektif konsumen dengan mempertahankan keterjangkauan harga, meski berdampak pada margin laba bruto yang tercatat sebesar 55,81% pada semester I 2026.
Untuk menghadapi tekanan biaya, perusahaan memperkuat strategi efisiensi dengan pengendalian biaya dan optimalisasi rantai pasok guna menjaga kinerja operasional restoran secara optimal. Efisiensi operasional berhasil menekan rugi usaha sebesar 77,35%, dari Rp143,18 miliar menjadi Rp32,42 miliar, sebagai indikator perbaikan pengelolaan operasional.
Rugi periode berjalan turun 57,03%, dan total rugi komprehensif menurun hingga 79,65%, menunjukkan hasil positif dari program efisiensi dan transformasi. Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, Dio May Avico, menyatakan, "Perseroan akan terus menerapkan pendekatan yang terukur dan responsif dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, dengan memastikan setiap keputusan bisnis tetap berorientasi pada konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan kinerja Perseroan."
Dio menegaskan strategi menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan bisnis dengan fokus pada pertumbuhan pendapatan sekaligus memperbaiki efisiensi dan menekan kerugian operasional. Kinerja semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan perbaikan operasional berjalan beriringan, memberikan basis pertumbuhan yang kuat dan kemajuan efisiensi. Ke depan, tantangan utama tetap pada dinamika biaya bahan baku dan daya beli konsumen, sehingga menjaga harga kompetitif dan margin menjadi faktor krusial dalam kinerja berikutnya.
Perusahaan terus berupaya mempertahankan momentum perbaikan kinerja melalui langkah efisiensi dan transformasi untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan dan memperkuat posisi di pasar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow