Rupiah Berpotensi Melemah Terdorong Pidato Ketua The Fed dan Harga Minyak
Rupiah berpotensi mengalami tekanan di pasar spot Jumat (28/8/2026) seiring pelaku pasar mengantisipasi pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole yang diperkirakan bernada hawkish, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Harga minyak mentah Brent naik 2,12% ke US$89,7 per barel kemarin, meski pagi ini turun tipis ke US$89,58 per barel. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama bertahan di 99,12, menyebabkan rupiah di pasar NDF sedikit defensif dengan perubahan 0,04% ke Rp17.790 per dolar AS.
Mata uang Asia yang sudah bergerak menunjukkan penguatan terbatas, seperti won Korea Selatan naik 0,13% dan ringgit Malaysia, dolar Singapura, serta yen Jepang menguat lebih kecil. Sebaliknya, yuan offshore melemah 0,01%.
Pelaku pasar dalam negeri mencermati situasi pasca demonstrasi yang berlangsung kemarin di sekitar Pejompongan, sekitar setengah kilometer dari Gedung DPR/MPR, yang sempat bentrok dengan polisi hingga malam hari pukul 23:00 WIB.
Kebakaran hutan yang menyebabkan asap serta bencana alam lain seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Timur juga menjadi perhatian karena berpotensi menahan produktivitas dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Efektivitas respons pemerintah terhadap bencana ini akan diperhatikan pasar.
Dari sisi eksternal, penguatan indeks dolar AS 0,35% sepanjang pekan dipengaruhi risiko inflasi tinggi yang membuat suku bunga The Fed kemungkinan bertahan tinggi lebih lama. Kenaikan yield US Treasury, terutama tenor pendek, mendorong investor menahan aset berbasis dolar AS.
Meskipun tekanan eksternal ada, rupiah belum melemah signifikan dan bertahan di kisaran Rp17.700 per dolar AS sepanjang pekan. Penutupan kemarin rupiah spot di Rp17.726 per dolar AS, dengan pelemahan yang dipangkas menjadi 0,08%. Kurs JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.762 per dolar AS.
Sentimen yang membayangi membuat rupiah berpotensi terkonsolidasi dengan bias melemah di rentang Rp17.700-17.800 per dolar AS hari ini.
Secara teknikal, rupiah berisiko melemah terbatas dengan support terdekat di Rp17.740 per dolar AS dan target berikutnya di Rp17.780 per dolar AS. Jika kedua support ini ditembus, rupiah bisa melemah lebih lanjut hingga Rp17.800 per dolar AS.
Namun jika rupiah menguat, target yang dapat dicermati adalah Rp17.700 per dolar AS, dengan resistensi di Rp17.650 dan target optimistis Rp17.600 per dolar AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow