Rupiah Menguat Meski Harga Minyak Dunia Naik ke US$84 per Barel

Smallest Font
Largest Font

Rupiah mengawali pekan ini dengan penguatan 0,26% ke level Rp17.844 per dolar AS meskipun harga minyak mentah dunia kembali naik ke US$84 per barel, menurut laporan Bloombergtechnoz dari Jakarta.

Kenaikan harga minyak memengaruhi pergerakan mata uang Asia secara berbeda, di mana rupiah menguat bersama dolar Taiwan, peso Filipina, baht Thailand, dan ringgit Malaysia. Sebaliknya, won Korea Selatan melemah bersama yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan offshore.

Penguatan mata uang di kawasan didorong oleh strategi bank sentral masing-masing negara yang berusaha memperkuat posisi mata uang tanpa mengurangi cadangan devisa.

India, misalnya, berhasil menarik hampir US$40 miliar dari diaspora lewat deposito dolar berbunga tinggi, yang membantu pemulihan rupee dari posisi terendah Mei lalu.

Beberapa waktu lalu, Korea Selatan mempercepat repatriasi dolar korporasi, sehingga won mencatat penguatan bulanan terbesar sejak 2022.

Indonesia juga menarik dana senilai US$1,6 miliar ke pasar obligasi dalam dua bulan terakhir dengan memberikan insentif kepada investor, tulis Bloombergtechnoz.

Namun, secara fundamental rupiah masih tertekan oleh data ekonomi domestik, termasuk defisit neraca dagang sebesar US$450 juta, meski lebih baik dibandingkan defisit US$1,61 miliar pada Mei.

Pasar kini menantikan perkembangan data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), yang meskipun menunjukkan tren pelemahan, tetap berada di atas level 100, menandakan zona optimis.

IKK sempat mencapai 120,9 pada Mei dan menurun menjadi 117,8 pada Juni.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed