Saham PACK Melonjak Didukung Rencana Rights Issue Rp5 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengalami lonjakan signifikan setelah pergerakan harga yang fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir, terutama pada perdagangan Rabu (12/8/2026) di Bursa Efek Indonesia. Harga saham PACK ditutup naik 7,14% ke level Rp270 per saham, dengan volume transaksi mencapai 155,32 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp41,56 miliar, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Dalam sebulan terakhir, saham PACK menguat 31,07% dan naik 47,40% sejak awal tahun, meskipun mengalami koreksi 42,80% dalam enam bulan terakhir.

Lonjakan saham ini didorong oleh kabar rencana rights issue jumbo sekitar Rp5 triliun yang akan dilaksanakan bersamaan dengan audit laporan keuangan kuartal II-2026 perseroan.

Corporate Secretary PACK Calvin Setiawan menyampaikan kepada otoritas bursa bahwa "Audit tersebut dilakukan sehubungan dengan rencana aksi korporasi yang akan dilaksanakan oleh perseroan." Rencana aksi korporasi ini berkaitan dengan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai sekitar Rp5 triliun, yang juga diduga terkait dengan injeksi aset baru ke perusahaan.

Bloomberg Technoz mencoba mengkonfirmasi rencana tersebut kepada manajemen PACK melalui surat elektronik, namun belum menerima tanggapan hingga berita ini diterbitkan. PACK merupakan kendaraan investasi Deng Weiming, Presiden CNGR Advanced Materials, perusahaan produsen bahan baku baterai listrik yang menguasai hampir seperempat pasar global. Weiming memiliki saham 40,56% di PACK melalui PT Eco Energi Perkasa.

Weiming mengajak Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam dari Jhonlin Group menguasai 21,12% saham PACK pada Mei 2026, dengan nilai investasi sekitar Rp936,65 miliar. Keduanya bekerja sama dalam pengembangan pabrik ternary precursor berbasis nikel untuk baterai litium melalui usaha patungan PT Anugerah Barokah Energy Baru (ABEB) di Kawasan Ekonomi Khusus Setangga, Kalimantan Selatan. CNGR juga mengoperasikan beberapa fasilitas pengolahan nikel di Indonesia, termasuk PT Nadesico Nickel Industry, PT Zhongtsing New Energy, dan PT Debonair Nickel Indonesia.

Sebelumnya, PACK telah melakukan rights issue dengan skema obligasi wajib konversi (OWK) yang digunakan untuk mengakuisisi saham PT Konutara Sejati (30%) dan PT Karyatam Konawe Utara (34,5%) senilai Rp2,7 triliun dari Denway Development Limited.

Kedua perusahaan tersebut merupakan pengelola tambang nikel yang menjadi lini bisnis baru PACK di sisi hulu bahan baku baterai listrik. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, PACK mencatatkan tambahan 81.600 saham baru hasil konversi OWK efektif 12 Agustus 2026, sehingga jumlah saham beredar menjadi 34,10 miliar saham. Nilai nominal OWK yang belum dikonversi kini tersisa sekitar Rp8,43 miliar.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow