Tukang Cukur di Bogor Klarifikasi soal Pemasangan Bendera Merah Putih
Nurhidayat, tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memberikan klarifikasi terkait pemasangan bendera merah putih yang sempat viral di media sosial karena dianggap tidak dipasang dengan benar dan isu intimidasi pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Dia menegaskan tidak menerima intimidasi dari pihak kecamatan maupun Satpol PP saat sosialisasi pemasangan bendera tersebut, seperti yang beredar dalam video.
"Saya Kang Abuy atau Nurhidayat selaku pengusaha pangkas rambut di Desa Bantarkambing membenarkan bahwasanya tidak ada tindak intimidasi dari kecamatan maupun Bapak Satpol PP yang ikut serta mensosialisasikan untuk pemasangan bendera pada hari itu," ujar Nurhidayat, dilansir dari Detikcom.
Nurhidayat juga menyebut ada pihak yang mengaku media yang memintanya memasang bendera dan membuat video klarifikasi serta meminta maaf karena keramaian yang terjadi. Pihak media itu merekam video dan mengajukan banyak pertanyaan hingga mengganggu pekerjaannya melayani pelanggan.
"Adapun yang memaksa saya membuat video klarifikasi adalah dari pihak media tersebut," jelasnya.
Dia membantah menolak memasang bendera merah putih dan menyatakan pemasangan dilakukan atas inisiatif sendiri.
"Nggak ada sama sekali. Enggak ada. Jadi udah inisiatif sendiri," kata Nurhidayat.
Soal ucapan "belum merdeka" yang sempat viral, Nurhidayat menjelaskan bahwa maksudnya adalah karena tanggal 17 Agustus belum tiba sehingga bendera belum dipasang.
"Sebenarnya enggak menjurus ke situ, ya. Maksud saya itu 'belum merdeka' artinya belum hari H-nya Hari Kemerdekaan. Belum tanggal 17," ujar dia.
Dia juga menjelaskan makna "belum merdeka" dari sisi ekonomi pribadi, terkait harga bahan pokok, ongkos bensin, jumlah pelanggan, dan penghasilan keluarga.
"Makna merdeka, ya, dari segi ekonomi sih saya pribadi memang belum merdeka. Masih ngerasa kekurangan lah mungkin. Indonesia udah merdeka, tapi bagi saya, bagi diri saya sendiri itu belum," tambah Nurhidayat.
Camat Rancabungur, Dita Aprillia, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026 saat kegiatan rutin bersih-bersih jalan yang juga diisi dengan pembagian bendera merah putih.
"Saya itu kan setiap hari Jumat dan Selasa itu, serta dengan tim kecamatan, itu kan selalu ada kegiatan bersih-bersih ya di jalan. Nah, pada momen itu karena sekarang bulan Agustus, jadi kita sekalian bagi-bagi bendera," kata Dita.
Menurut Dita, stok bendera yang dibagikan mulai menipis sejak 1 Agustus dan pembagian dilakukan selektif sesuai kondisi masyarakat dan banyaknya desa yang perlu dibantu.
"Nah, pas di tukang cukur itu karena kan kita juga ya di Rancabungur tahu, oh tukang cukurnya masih muda, masih produktif, ramai juga di situ kan. Nah, waktu itu memang untuk di daerah situ saya sudah habis benderanya, jadi saya imbau gitu. Wah, ini belum pasang bendera, pasang ya gitu," terang Dita.
Tukang cukur tersebut sempat mengiyakan imbauan pemasangan bendera sebagai simbol nasionalisme di bulan kemerdekaan.
"Karena kan tahun-tahun sebelumnya juga kita imbau, tidak hanya tahun sekarang aja menghimbau untuk pemasangan bendera. Nah, sekarang itu sampai saya harus door to door karena sekarang sudah tanggal berapa," tambah Dita.
Dita menyebut imbauan pemasangan bendera sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bogor melalui Bakesbangpol sebagai landasan aturan.
Dia juga mengungkapkan ada pihak media yang ikut membantu mengimbau warga dan kebersihan, namun awalnya bukan untuk publikasi.
"Nah, pada saat itu ada, ada teman media ya yang membantu kita nih. Awalnya sih bukan mau bantu publikasi gitu, dia mau bantu mengimbau warga, mau bantu kebersihan juga, awalnya bukan mau bantu kita untuk publikasi," ujar Dita.
Ketika di lokasi tukang cukur, Dita mengaku sempat beristirahat setelah perjalanan. Namun, orang yang disebutnya 'teman media' terlibat adu mulut dengan tukang cukur.
Dita membantah orang tersebut adalah pegawai kecamatan dan menyatakan orang itu hanya membantu memberi imbauan kepada warga.
"Itu bukan pegawai kecamatan," ucap Dita.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow