Sandro Tonali Memilih Gabung Tottenham Usai Bertemu Pelatih De Zerbi

Smallest Font
Largest Font

Sandro Tonali memutuskan bergabung dengan Tottenham Hotspur setelah pertemuan dengan pelatih Roberto De Zerbi, mengalahkan tawaran dari Newcastle United dan klub lain pada bursa transfer musim panas ini, dilansir dari Bola.

Tonali menjadi rekrutan termahal Tottenham dengan nilai transfer mencapai 100 juta paun. Faktor utama keputusan ini adalah kedekatan dan kesamaan latar belakang dengan De Zerbi, yang juga pendukung Brescia, klub yang pernah dibela Tonali dan kini mengalami kebangkrutan setelah terdegradasi ke Serie C.

Pelatih De Zerbi mulai menjajaki kemungkinan merekrut Tonali sejak musim lalu dan menghubungi Tonali setelah Tottenham memastikan selamat dari degradasi. Tonali mengaku sudah mengenal De Zerbi sejak sembilan tahun lalu saat sang pelatih melatih Sassuolo.

"Kami berbicara tentang Brescia, tentang situasi sulit yang sedang dihadapi klub kami," ujar Tonali. Ia juga menjelaskan bahwa selama dua pekan di Brescia, mereka bertemu dua hingga tiga kali untuk membahas transfer ini.

Meski Tonali sempat berdiskusi dengan klub lain, kesan positif dari Tottenham membuatnya cepat menentukan pilihan. "Sejujurnya, saya juga berbicara dengan klub lain. Namun, kesan pertama sangat penting dan kesan saya terhadap Tottenham sangat positif," kata Tonali.

Tonali menyebut keputusan pindah ini juga sudah didiskusikan dengan istrinya dan bukan semata soal pindah kota, melainkan memulai babak baru dalam hidup dan kariernya. London hanya menjadi sebagian kecil alasan kepindahannya.

Tonali dan keluarganya sempat berencana kembali ke Italia, namun nilai transfer yang tinggi menjadi penghalang. "Kami sebenarnya sudah memutuskan untuk kembali ke Italia, tetapi itu tidak mungkin karena nilai transfernya," jelasnya. Klub-klub Italia disebut mampu membayar gajinya tapi tidak sanggup menebus nilai transfer tersebut.

"Inggris menjadi solusi kami dan kami menemukan solusi terbaik di Inggris untuk saya, karier saya, sepak bola saya, kebahagiaan saya, dan keluarga saya," ujar Tonali yang lahir 8 Mei 2000.

Meski memilih Tottenham, Tonali tetap menghormati Newcastle United dan memuji mantan pelatihnya Eddie Howe atas dukungan selama di St James' Park. Ia berharap tetap menjaga hubungan baik dengan Howe dan Direktur Olahraga Newcastle, Ross Wilson.

Tonali juga ingin Newcastle mendapatkan kesepakatan terbaik dalam proses transfer dan mengapresiasi atmosfer serta dukungan suporter Newcastle.

Menyadari tekanan sebagai pemain dengan nilai transfer 100 juta paun, Tonali menegaskan akan menjalani hidup normal. "Saya tidak tahu bagaimana pandangan orang terhadap pesepak bola seperti saya, tetapi sejujurnya saya adalah orang biasa. Saat kembali ke Italia, saya menghabiskan waktu bersama keluarga, nenek, dan teman-teman saya. Jika keluarga saya bahagia, saya juga bahagia," tutup mantan bintang AC Milan tersebut.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed