Tekanan Jual Surat Utang Meningkat Terkait Demonstrasi di DPR/MPR

Smallest Font
Largest Font

Tekanan jual di pasar surat utang meningkat akibat kekhawatiran investor yang muncul setelah aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR pada 27 Agustus 2026, menurut Bloombergtechnoz.

Yield surat utang pemerintah naik di hampir semua tenor, dengan kenaikan paling signifikan pada tenor 10 tahun sebesar 5 basis poin menjadi 7,1%. Yield tenor 3 tahun naik 3,8 bps menjadi 6,72%, tenor 9 tahun naik 3,4 bps menjadi 7,04%, dan tenor 6 tahun naik 2,5 bps menjadi 6,97%. Beberapa tenor lain juga mengalami kenaikan kecil, sementara yield tenor panjang seperti 12 dan 13 tahun justru turun.

Menurut Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, situasi pasar saat ini lebih menantang dibanding demonstrasi tahun lalu karena Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps sepanjang tahun.

"Kemungkinan kenaikan BI Rate lebih lanjut akibat faktor defisit neraca dagang dan neraca berjalan berpeluang memperkuat sentimen bearish bila demonstrasi hari ini tidak ditangani dengan baik," ujar Lionel.

Ia menambahkan bahwa jika tekanan defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan meningkat, sentimen negatif di pasar surat utang bisa semakin kuat.

Meski begitu, Lionel melihat ada faktor yang dapat meredam tekanan pasar, yakni likuiditas yang didukung oleh pengurangan frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan rendahnya kepemilikan surat utang oleh perbankan.

"Dari rencana pengurangan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia yang dikombinasikan dengan level kepemilikan surat utang negara perbankan yang rendah," kata Lionel.

Penurunan frekuensi lelang oleh bank sentral menjadi dua minggu sekali berpotensi membuat dana investor lebih banyak tersedia untuk pasar surat utang. Selain itu, ruang bagi bank untuk meningkatkan kepemilikan surat utang masih cukup besar.

Lionel juga memprediksi perpindahan dana investor dari surat utang rupiah ke obligasi pemerintah Indonesia denominasi dolar AS masih berpotensi berlanjut, karena yield obligasi dolar AS Indonesia lebih menarik dibandingkan US Treasury.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Lionel memperkirakan yield surat utang tenor 10 tahun akan bergerak naik ke kisaran 7,05% hingga 7,1%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 10:57 WIB juga mengalami tekanan dengan pelemahan 0,3% ke Rp17.766 per dolar AS.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed