Stok Solar AS Capai Level Terendah Musiman, Risiko Kenaikan Harga Membesar
Stok solar dan bahan bakar distilat di Amerika Serikat telah menurun ke titik terendah secara musiman yang pernah tercatat, menimbulkan risiko kenaikan harga bahan bakar yang menjadi tulang punggung ekonomi global ini, saat musim pemanas dan masa panen mulai aktif, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz. Data terbaru dari Energy Information Administration per 21 Agustus menunjukkan persediaan bahan bakar distilat berada di angka 103,4 juta barel, level yang belum pernah terjadi dalam sejarah sejak awal 1980-an untuk periode yang sama. Permintaan global terhadap diesel biasanya meningkat tajam mulai Oktober, bersamaan dengan musim dingin di Belahan Bumi Utara dan musim tanam di Belahan Bumi Selatan.
Kondisi pasokan yang sangat terbatas ini berpotensi mendorong harga bahan bakar naik lebih jauh, sekaligus mempercepat inflasi yang dipicu oleh sektor energi.
Situasi pasar juga terdampak oleh konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, yang mengganggu aliran ekspor bahan bakar olahan melalui Selat Hormuz. Selain itu, Rusia telah menghentikan ekspor diesel sebagai respons atas serangan drone Ukraina terhadap kilang minyaknya dan mempertimbangkan perpanjangan larangan ekspor tersebut selama satu bulan lagi, yang semakin menekan pasokan global.
Harga eceran diesel di AS kini melampaui US$5,60 per galon, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada 2022 dan hanya kurang dari 20 sen dari level tertinggi sejak awal ketegangan antara AS dan Iran. Sementara itu, harga bensin di AS tetap tinggi di atas US$4 per galon.
Margin keuntungan kilang AS dalam produksi diesel juga mencapai rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, menandakan tingginya permintaan global akan bahan bakar produksi AS. Ekspor diesel AS melonjak ke level luar biasa, tetapi pasokan yang ada belum mampu menutupi kekurangan akibat berkurangnya suplai dari sumber lain.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow