Felda Ajukan Kasasi ke MA Terkait Sengketa Investasi di BWPT

Smallest Font
Largest Font

Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felda) mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung melalui anak usahanya FIC PROPERTIES SDN. BHD. (FICP) terkait sengketa investasi di PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Sengketa ini menyeret pengendali BWPT, PT Rajawali Capital International dan PT Rajawali Corpora, dua kendaraan investasi milik taipan Peter Sondakh. Gugatan bermula dari putusan Arbitrase Singapore International Arbitration Centre (SIAC) Nomor 076 Tahun 2024 yang memerintahkan kedua entitas tersebut membeli kembali 37% saham Felda di BWPT.

Pada Desember 2016, FICP membeli saham tersebut dengan nilai US$505,4 juta atau sekitar RM2,3 miliar. Harga ini jauh di atas penilaian independen yang memperkirakan nilai saham senilai US$264 juta hingga US$404 juta. Investasi Felda mengalami penurunan nilai signifikan hingga impairment sekitar 71% dari nilai awal.

FICP mengeksekusi put option pada Mei 2022, yang mengharuskan PT Rajawali Capital International dan Rajawali Corpora membeli kembali saham dengan harga awal ditambah bunga 6% per tahun sejak Mei 2017. Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak eksekusi putusan arbitrase tersebut pada Maret 2026 dengan alasan bertentangan dengan ketertiban umum Indonesia.

"Karena bertentangan dengan ketertiban umum Indonesia," kata majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Majelis hakim juga menyatakan Akta Pendaftaran Putusan Arbitrase Internasional Nomor 09/ARB-INT/2024/PN.JKT.PST tidak mempunyai kekuatan hukum.

Setelah putusan itu, FICP mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung yang masuk tahap penyerahan kontra memori pada Agustus 2026.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, meminta Presiden Indonesia Prabowo Subianto membantu menyelesaikan sengketa ini yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Jika tidak ditangani, kita berpotensi kehilangan RM2,5 miliar dan hanya dapat memulihkan RM200 juta," kata Anwar, dilansir dari Bernama.

Pembelian saham di atas harga pasar dilakukan saat Najib Razak menjadi Perdana Menteri Malaysia, yang kini mendekam di penjara terkait skandal korupsi besar.

Najib mendukung investasi Felda di BWPT karena klausul put option yang memungkinkan Felda menjual kembali 37% sahamnya dengan harga pembelian awal plus bunga tahunan 6%, menurut FMT.

Peter Sondakh dikenal sebagai kawan dekat Najib Razak, menurut The Edge Malaysia.

Bloomberg Technoz telah menghubungi pejabat Istana dan Kementerian Luar Negeri Indonesia terkait surat Anwar Ibrahim kepada Prabowo, namun belum mendapat respons hingga berita ini tayang.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow