Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Iran Balas dengan Sindiran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran, dan menegaskan blokade akan tetap diberlakukan, seperti dilaporkan oleh Detikcom.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County, New York, Jumat (14/8). Ia menegaskan, "Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat."
Presiden AS juga menyatakan, "tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya." Pernyataan ini menggarisbawahi ketegangan yang berlanjut terkait kontrol atas jalur laut strategis tersebut.
Iran menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka selama AS melanjutkan intervensi dan blokade laut. Pejabat Iran menuduh Washington gagal memenuhi nota kesepahaman yang disepakati bersama.
Juru bicara komando terpadu militer Iran, Ibrahim Zolfaqari, menegaskan, "Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran."
Kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengejek Trump melalui unggahan di X. Ia menyindir, "Presiden AS seharusnya mengkhawatirkan keamanannya sendiri daripada gertakannya yang tak berujung mengenai Selat Hormuz; sebelum dia akhirnya bersembunyi di dalam truk makanan."
Sindiran Azizi merujuk pada laporan media AS yang menyebut Trump menggunakan truk katering untuk berpindah dari Air Force One ke pesawat pemerintah yang lebih kecil saat kunjungan ke Ankara untuk KTT NATO, karena kekhawatiran akan serangan dari Iran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow