Freeport Indonesia Percepat Operasi Smelter Katoda Tembaga di Gresik

Smallest Font
Largest Font

Freeport Indonesia mempercepat target pengoperasian smelter katoda tembaga di kawasan industri JIIPE, Manyar, Gresik dari September 2026 menjadi akhir Agustus 2026, menyusul penghentian sementara smelter pertama yang dikelola PT Smelting untuk perbaikan.

Vice President Communications Freeport-McMoRan, Linda Hayes, menyatakan bahwa percepatan operasional dilakukan karena smelter pertama harus berhenti operasi sejak 8 Agustus 2026 untuk perbaikan tungku smelter.

"PTFI menyesuaikan jadwal pengiriman dan melakukan persiapan untuk mempercepat pengoperasian kembali smelter greenfield baru yang 100% dimiliki dan dioperasikan oleh PTFI menjadi akhir Agustus, dari sebelumnya diperkirakan kembali beroperasi pada akhir kuartal III," ujar Hayes kepada Bloombergtechnoz.

Hayes menegaskan perbaikan tungku ini diperkirakan selesai pada kuartal III-2026. Ia juga memastikan produksi tambang dari blok Grasberg yang memasok kedua smelter tidak terdampak.

"Smelter yang dimiliki oleh PT Smelting dihentikan sementara pada 8 Agustus 2026 untuk melakukan perbaikan tungku. Penilaian awal menunjukkan bahwa perbaikan tersebut dapat diselesaikan pada kuartal III-2026," tegas Hayes.

Meski begitu, Hayes menyatakan PTFI masih mengevaluasi dampak waktu terhadap realisasi target penjualan yang telah diumumkan sebelumnya.

"PTFI sedang menilai potensi dampak waktu terhadap panduan penjualan yang sebelumnya telah dilaporkan. Dampak apa pun diperkirakan bersifat terkait waktu," ungkap Hayes.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan pengiriman konsentrat tembaga ke smelter katoda di Manyar sudah dimulai sebagai persiapan pengoperasian kembali smelter kedua yang sebelumnya ditutup karena pasokan konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave menurun.

"Smelter nanti mulai September sudah mulai akan produksi lagi. Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar biar volumenya cukup dahulu baru kita bakar di furnace," kata Tony usai acara peluncuran buku di Jakarta Pusat.

Ia juga mengungkapkan tambang bawah tanah tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2027. Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter katoda tembaga single line terbesar di dunia dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh.

Fasilitas smelter ini dilengkapi unit refinery, pemurnian logam mulia, oksigen, asam sulfat, desalinasi, serta pengolahan limbah untuk mendukung efisiensi proses pemurnian dan peleburan.

Sementara itu, smelter pertama milik Freeport, PT Smelting, dibangun pada 1996 dan dioperasikan bersama Mitsubishi dengan kepemilikan PTFI 66% dan Mitsubishi 34%. PT Smelting mampu mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahun.

Untuk tahun ini, Freeport menargetkan produksi emas sebanyak 700.000 ons atau sekitar 21 ton dan produksi tembaga sekitar 800 juta pon, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow