Lilies Handayani Ungkap Peran Pemerintah dalam Raih Medali Perak Olimpiade 1988
Lilies Handayani, peraih medali perak pertama Indonesia di Olimpiade Seoul 1988, hadir di acara Road to Fest 2026 Bidang Olahraga di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Kamis (13/8/2026).
Lilies bersama Kusuma Wardhani dan Nurfitriyana Saiman adalah anggota tim panahan beregu putri yang membawa pulang medali perak, pencapaian pertama Indonesia sejak ikut Olimpiade pada 1952, dilansir dari Bola.
Prestasi ini mendapat julukan "Tiga Srikandi" dan tidak lepas dari arahan pelatih Donald Pandiangan. Kisah mereka bahkan diangkat menjadi film "3 Srikandi" pada 2016.
Dalam sesi talk show, Lilies mengisahkan perjalanan kariernya dimulai dari ikut tim nasional pada 1982 dan berlatih selama tiga tahun sebelum tampil di SEA Games Bangkok dan Olimpiade.
"Saya ingat bahwa pada tahun 1982, ikut tim nasional tahun 1985, selama 3 tahun latihan. Sempat mengikuti SEA Games di Bangkok. Lalu, mengikuti Olimpiade dan masuk dalam Rencana Strategi selama lima tahun," ujar Lilies.
Dia menjelaskan pemerintah dan cabang olahraga sudah merencanakan target medali, dari medali perunggu ke perak pada 1985, hingga ikut SEA Games dan Asian Games.
"Melakukan Try out selama satu setengah bulan, hingga saya mencetak rekor nasional, mengalahkan Jerman, Polandia. Setelah itu, akhirnya terbiasa melawan lawan luar negeri hingga ke Olimpiade," tambahnya.
Mengenai proses medali perak, Lilies menjelaskan Rusia gugur di semifinal, dan pertarungan ulang antara Amerika, Korea, dan Indonesia menghasilkan Indonesia juara kedua.
"Rusia dinyatakan gugur dalam empat besar dan menyisakan Amerika, Korea dan Indonesia. Ketiga besar itu menghasilkan seri, dan dilakukan ulang memanah di antara ketiganya dan akhirnya Indonesia dinyatakan juara (kedua di Olimpiade Seoul 1988)," kata Lilies.
Lilies juga memberi tips bagi atlet muda, menekankan usaha, disiplin, dan semangat dalam latihan.
"Untuk mengubah karier seorang atlet itu harus melalui usaha atlet itu sendiri. Dia harus layak, disiplin, menjalankan program latihan yang bagus, dipantau terus. Harus menjalani dengan penuh semangat," ujarnya.
Dia menyebut enam unsur penting dalam pembinaan atlet, mulai dari pelatih, dukungan keluarga, gizi, organisasi pemerintah, fasilitas, dukungan swasta, hingga kompetisi.
"Ada enam unsur, pelatih yang menjalankan program, yang kedua adalah keluarga memberi dukungan baik moral maupun biaya. Kemudian, gizi dan makannya, dipantau keluarganya karena itu harus seimbang. Organisasi bisa dari pemerintah.
Keempat, fasilitas dari penyediaan alat dan lapangan dengan standar internasional. Kelima, industri dan dukungan swasta, tidak bisa dari pemerintah saja perlu ada lintas dari swasta. Keenam, kompetisi baik try in maupun try out," jelas Lilies.
Lilies juga menyarankan kompetisi rutin untuk membangun kepercayaan diri atlet dan prioritas fasilitas yang sesuai usia atlet.
"Kalau misal atlet masih muda, fasilitas dan peralatan untuk junior, kalau untuk senior uji coba," tutup Lilies Handayani.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow