Ahli Gizi Ingatkan Kebutuhan Protein Tak Harus dari Whey Protein

Smallest Font
Largest Font

Tren konsumsi whey protein meningkat seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, namun ahli gizi mengingatkan bahwa kebutuhan protein sebaiknya mengacu pada pedoman gizi seimbang, bukan hanya mengandalkan suplemen whey protein, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Protein merupakan zat gizi makro yang wajib dipenuhi setiap orang, tapi dalam pedoman gizi seimbang tidak ada anjuran khusus untuk konsumsi minuman whey sebagai bagian dari kebutuhan harian.

dr. Tan Shot Yen, ahli gizi masyarakat, mengatakan, "Oh soal ini benar protein (susu whey), tapi bukan asupan wajar sehari-hari kan." Ia menambahkan, "Dalam gizi seimbang enggak ada anjuran minuman whey."

Menurut Tan, kebutuhan protein berlaku bagi semua orang, baik yang rutin berolahraga maupun tidak. "Siapa pun wajib mengonsumsi protein karena merupakan bagian dari makronutrien," ujarnya.

Pedoman Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan mengatur kebutuhan energi dan protein yang berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan.

Contohnya, laki-laki usia 19–29 tahun dengan berat badan 60 kg dan tinggi 168 cm membutuhkan sekitar 2.650 kilokalori dan 65 gram protein per hari. Perempuan usia 19–29 tahun dengan berat 55 kg dan tinggi 159 cm butuh sekitar 2.250 kilokalori dan 60 gram protein per hari.

Anak-anak usia 1-3 tahun dengan berat 13 kg dan tinggi 92 cm memerlukan 1.350 kilokalori dan 20 gram protein, sedangkan anak usia 7-9 tahun dengan berat 27 kg dan tinggi 130 cm membutuhkan 1.650 kilokalori dan 40 gram protein per hari.

Tan menjelaskan, selain protein, pemenuhan karbohidrat, lemak, serat, dan air juga penting dan harus diperoleh dari makanan sehari-hari dengan komposisi seimbang.

"Komposisi makronutrien orang dewasa terdiri atas sekitar 55% karbohidrat, 30% lemak, dan 15% protein dari total kebutuhan energi harian," ujar Tan. Pada bayi, kebutuhan lemak lebih tinggi, yakni 55%, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Ia juga menyarankan sumber karbohidrat dari bahan pangan yang tidak mengalami proses rafinasi berlebihan, kaya serat, dan mengandung antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran.

Sumber protein bisa diperoleh dari telur, tempe, kacang-kacangan, jamur, ayam, ikan, dan makanan laut. "100 gram daging ayam mengandung sekitar 21 gram protein," jelasnya.

Pengolahan makanan yang direkomendasikan adalah dikukus, direbus, dipanggang, atau dimasak dengan cara lain yang menjaga kandungan gizi.

Lemak sehat juga penting dan dapat diperoleh dari ikan laut, telur, alpukat, kelapa, kemiri, dan kacang-kacangan. Lemak membantu penyerapan vitamin dan menjaga fungsi organ tubuh.

dr. Tan menegaskan, "Suplemen hanya dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu sesuai kebutuhan individu dan bukan merupakan bagian dari anjuran gizi seimbang."

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow