Menteri Sosial Dukung Penambahan Sekolah Rakyat Permanen di Makassar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut usulan penambahan satu Sekolah Rakyat permanen di Kota Makassar yang disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, sebagai upaya menampung lebih banyak siswa.
Penambahan sekolah ini penting karena masih kekurangan gedung permanen di Makassar. Saat ini Sekolah Rakyat Provinsi Sulsel memiliki 414 siswa dengan berbagai jenjang pendidikan.
"Saya menyambut baik apa yang disampaikan Pak Gubernur untuk menambah satu lagi, karena memang kita masih kekurangan gedung permanen di Kota Makassar," kata Saifullah Yusuf, Jumat (7/8/2026).
Ia berharap gedung baru dengan lahan lebih luas bisa menampung lebih banyak anak yang memenuhi kriteria untuk sekolah di Sekolah Rakyat.
Saifullah Yusuf juga mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat sejak program ini dimulai.
"Insyaallah kita akan usulkan agar bisa segera dibangun satu lagi gedung permanen Sekolah Rakyat," ujarnya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan kesiapan pemerintah provinsi menyediakan lahan tambahan sekitar 20 hektare di sekitar lokasi Sekolah Rakyat yang sudah ada untuk pengembangan sekolah.
"Kami akan men-support terus, Bapak Menteri. Lahan di sini masih bisa digunakan. Ada 20 hektare di belakang, kami bisa siapkan," kata Andi.
Andi menyatakan lahan tersebut akan digunakan untuk membangun Sekolah Rakyat dengan kapasitas hingga 3.000 murid untuk menampung anak-anak dari keluarga tidak mampu di Sulawesi Selatan.
Andi juga menceritakan perubahan siswa sejak awal masuk Sekolah Rakyat yang sebelumnya canggung dan terbatas, kini mulai berani menunjukkan kemampuan dan memiliki cita-cita.
"Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan," kata Andi.
Ia menambahkan bahwa ayahnya juga alumni Sekolah Rakyat yang kemudian menjadi tentara, sementara beberapa anggota keluarganya ada yang menjadi gubernur, bupati, dan menteri.
Salah satu siswa berprestasi adalah Karmila, siswi kelas XI asal Kabupaten Jeneponto yang penyandang disabilitas fisik. Ia menunjukkan kemampuan bernyanyi dan berbahasa Inggris di hadapan Menteri Sosial.
"Senang. Karena kayak akunya udah mau kayak orang biasa," ujar Karmila yang baru menjalani operasi kaki dua minggu lalu.
Karmila bercita-cita menjadi dokter dan ingin melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat. Ia berpesan agar adik-adik kelasnya tetap semangat dan saling menghargai.
"Kalian harus tetap semangat karena jalan menuju masa depan tidak mudah dan kalian harus menanamkan bahwa Sekolah Rakyat itu bisa membimbing kalian dengan baik. Kalian harus saling menjaga karena Sekolah Rakyat mengajak kita untuk saling menghargai dan saling toleransi," kata Karmila.
Kepala Sekolah Rakyat Provinsi Sulsel Widyawati mengatakan Karmila dulu merasa tersisih karena kondisi fisiknya, namun pendampingan dari guru dan teman membuatnya percaya diri dan berkembang.
"Alhamdulillah anak ini bisa survive, bisa mempunyai kepercayaan diri. Setelah kami tahu kelebihan yang ada, dia mempunyai kemampuan luar biasa di vokal dan kemampuan Bahasa Inggris juga sangat luar biasa," kata Widyawati.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial juga disambut berbagai penampilan siswa seperti paper mob, baris variasi, karate, silat, pidato dalam berbagai bahasa, tari tradisional, dan paduan suara.
Semua informasi ini dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow