Aktivis Protes Data Center di AS Alami Penangkapan Karena Intimidasi Polisi
Pembangunan data center di Amerika Serikat semakin sering mendapat protes karena dinilai mencemari lingkungan dan boros listrik, memicu aksi demonstrasi yang berisiko ditangkap oleh polisi.
Menurut dilansir dari Detik iNET, hingga tahun 2026 tercatat ada 37 penangkapan terkait protes pembangunan data center. Selain itu, ada 12 kasus tambahan di mana polisi mencegah pendemo atau pembicara menghadap pemimpin daerah yang mendukung proyek tersebut. Angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena banyak kasus tidak diliput media.
Para aktivis anti data center datang dari latar belakang beragam mulai dari petani, guru fisika, hingga berbagai generasi dan wilayah, menunjukkan gerakan ini tidak terikat demografi tertentu.
Mereka yang ditangkap merasa pejabat terpilih gagal mencerminkan aspirasi warga dan justru tunduk pada perusahaan teknologi besar.
Contohnya, Pablo Payan (42), manajer pemeliharaan dari Indiana, yang ditangkap saat rapat pembahasan pembangunan data center raksasa di Hobart karena menolak mengungkap identitas sebelum berbicara dan kemudian dianggap mengganggu ketertiban umum.
"Menurut saya, saya diusir untuk membuktikan bahwa hukum ada di pihak mereka, dan jika masyarakat terus mencoba mengekspresikan diri serta berbicara, mereka juga akan diintimidasi atau ditangkap oleh penegak hukum. Jadi, menurut saya itu adalah ajang pamer kekuasaan," ujar Payan.
Demonstrasi yang mayoritas damai ini kadang berubah konfrontasi fisik saat polisi bertindak agresif. Banyak tuduhan pelanggaran diberlakukan pada aktivis karena hal-hal kecil seperti berbicara melebihi waktu yang ditentukan.
Lux Claridge, guru fisika dari Kansas, ditangkap hanya karena bertepuk tangan mendukung warga yang menolak pembangunan pusat data seluas 1.000 hektar, dianggap melanggar aturan larangan bertepuk tangan.
"Saya sangat yakin bahwa bertepuk tangan adalah hak Amandemen Pertama yang saya miliki. Saya berhak melakukannya selama saya tidak mengganggu ketertiban, dan saya tetap berargumen bahwa saya sama sekali tidak mengganggu," sebut Lux Claridge.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow