BGN Rilis Bertahap 13 Ribu Dapur MBG di Wilayah Stunting Tinggi
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan merilis secara bertahap sekitar 13 ribu dapur makanan bergizi (MBG) yang tersebar di wilayah dengan angka stunting tinggi di Indonesia.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa dapur-dapur tersebut tidak akan dibuka sekaligus, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan daerah. Pernyataan ini disampaikan dalam jumpa pers di Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sudaryono menjelaskan data dapur MBG yang dimiliki BGN akan dicocokkan dengan data Kementerian Kesehatan untuk menentukan prioritas berdasarkan tingkat stunting di daerah masing-masing. Pekan depan, beberapa dapur diperkirakan sudah siap beroperasi.
"Sudah ada sekitar 1.700 dapur yang siap beroperasi di wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi. Kami akan mengaktifkan sekitar 300 dapur pada minggu depan secara bertahap," ujar Sudaryono.
Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan proses pembangunan dan pengoperasian dapur MBG dilakukan secara transparan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap oknum yang mengaku dapat membantu proses tersebut secara ilegal.
"Semua proses kami lakukan dengan sistem yang transparan. Jika ada yang mengaku bisa membantu dengan cara lain, itu pasti tidak benar," tegas Sudaryono.
Selain itu, BGN juga memprioritaskan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) seperti Papua, NTT, Nias, dan Kepulauan Maluku Utara. Wilayah-wilayah ini sangat membutuhkan program MBG untuk menurunkan angka stunting.
"Kami sedang menyisir penerima manfaat dan wilayah yang masih kekurangan dapur MBG agar tepat sasaran," pungkas Sudaryono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow