BPS Rilis Survei Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional 2026

Smallest Font
Largest Font

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 yang mencakup 75.000 responden di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, menggunakan metode wawancara tatap muka dengan bantuan sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Tingkat literasi keuangan nasional tahun 2026 mencapai 69,57%, meningkat dibandingkan 66,64% pada 2025, menurut data yang dilansir dari Detik Finance. Indeks literasi keuangan dihitung dari lima parameter, yakni pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku keuangan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, "Jika seseorang memenuhi seluruh parameter tersebut maka dikatakan well literate. Indeks literasi keuangan 2026 adalah sebesar 69,57% yang artinya sekitar 70 dari 100 penduduk Indonesia umur 15-79 tahun telah memenuhi kriteria well literate."

Literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku dalam pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan. Indeks literasi keuangan untuk kategori keuangan konvensional tercatat 69,57%, sementara untuk keuangan syariah 43,07%. Provinsi dengan tingkat literasi tertinggi adalah DKI Jakarta dengan 84,01%.

Untuk inklusi keuangan, indeks nasional tahun 2026 mencapai 93,61%, meningkat dari 92,74% pada tahun sebelumnya. "Indeks inklusi keuangan secara nasional pada 2026 meningkat dari 92,74% menjadi 93,61% atau naik 0,87 poin. Kenaikan ini terutama berasal dari keuangan konvensional yang meningkat dari 92,61% menjadi 93,52%," ujar Amalia.

Inklusi keuangan diartikan sebagai akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengetahuan masyarakat tentang penjamin simpanan tercatat sebesar 62,51%, dan 46,31% responden mengetahui adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau pernah melihat logonya. Sementara pengetahuan mengenai penjamin polis asuransi hanya sebesar 12,47%, yang merupakan persentase penduduk usia 15-79 tahun memiliki polis asuransi selain BPJS dan mengetahui polis asuransi mereka dijamin.

Amalia menegaskan, "Hasil SNLIK penting karena akan menjadi dasar pengambilan kebijakan program literasi dan inklusi keuangan di tahun-tahun berikutnya."

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow