BRI Dorong NOMNOM Ekspansi Pasar Global dengan Camilan Lokal Inovatif
BRI memfasilitasi usaha mikro NOMNOM dalam menembus pasar internasional dengan produk camilan berbahan lokal seperti rengginang, jamur, dan tempe, dilansir dari Bloombergtechnoz.
NOMNOM didirikan oleh Erwin Jogisaputra pada 2016 dengan fokus menghadirkan camilan sehat berbahan baku lokal yang dapat diterima pasar global. Produk awal berupa rengginang panggang sebagai alternatif camilan sehat.
Perusahaan ini terus berinovasi mengikuti tren pasar, seperti peluncuran Super Shrooms, camilan jamur panggang bebas gluten dan tanpa lemak trans, serta Tempe Bites sebagai sumber protein praktis bagi konsumen aktif.
Erwin telah menjadi nasabah BRI sejak 2018 dan memanfaatkan layanan perbankan serta program pemberdayaan UMKM dari BRI untuk mengembangkan bisnisnya.
"Dalam perjalanan mengembangkan usaha, saya telah menjadi nasabah BRI sejak 2018. Awalnya, saya memanfaatkan berbagai layanan perbankan BRI untuk mendukung aktivitas transaksi dan operasional bisnis. Puji Tuhan, seiring berkembangnya usaha, saya pun diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM yang dihadirkan BRI," ujar Erwin Jogisaputra.
Pandemi Covid-19 menjadi momentum penting bagi NOMNOM untuk membantu petani jamur lokal dan mengembangkan produk camilan sehat yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Erwin menyadari ekspansi bisnis memerlukan penguatan distribusi, pemasaran, dan organisasi, sehingga ia mengikuti program Pengusaha Muda BRILian untuk memperkuat kapasitas usaha secara terstruktur.
"Kami belajar melihat bisnis dari perspektif yang berbeda. Tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand yang memiliki nilai, memahami kebutuhan pasar, serta menyiapkan bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan," kata Erwin Jogisaputra.
NOMNOM berhasil meraih posisi Top 3 dalam program Pengusaha Muda BRILian, membuka peluang jejaring bisnis dan persiapan memasuki pasar internasional melalui pameran di Singapura yang difasilitasi BRI.
"Respons yang kami terima selama pameran sangat positif. Produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura dan saat ini kami telah memasuki tahap negosiasi akhir. Kami berharap proses ini dapat segera terealisasi sehingga produk pangan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas," ungkap Erwin.
Singapura menjadi pasar potensial bagi ekspansi NOMNOM yang tengah mempersiapkan proses lanjutan agar produk camilan berbahan lokal dapat diterima pasar di sana.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan perjalanan NOMNOM menunjukkan pentingnya ekosistem yang menghubungkan inovasi UMKM dengan akses pasar luas.
"BRI meyakini bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi, berinovasi, dan mengakses pasar. Oleh karena itu, kami terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pembiayaan, pendampingan, digitalisasi, hingga business matching agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar global," ujar Dhanny.
BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong nilai tambah produk UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, teknologi, dan jejaring pasar internasional sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia.
Perjalanan NOMNOM dari camilan berbahan lokal hingga menembus pasar Singapura menggambarkan inovasi sebagai kunci UMKM naik kelas dan menembus pasar global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow